Lasarus Minta Pemerintah Jadikan Prioritas Utama Anggaran Pembenahan Keselamatan Perkeretaapian

Lasarus Minta Pemerintah Jadikan Prioritas Utama Anggaran Pembenahan Keselamatan Perkeretaapian

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, meminta pemerintah menjadikan alokasi anggaran untuk pembenahan keselamatan perkeretaapian sebagai prioritas utama. 

Hal ini menyusul masih terjadinya rentetan kecelakaan kereta api yang dinilai menunjukkan lemahnya sistem keselamatan nasional, khususnya pada perlintasan sebidang yang belum tertangani secara optimal.

“Kalau sudah bicara lintas sebidang supaya ini tidak berbahaya, tentu harus kita tata. Kita bikin underpass, kita bikin overpass, kita pasang pintu palang dengan penjaga, dan seterusnya. Tapi semua ini urusan yang membutuhkan biaya,” kata Lasarus dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala BNPB/BASARNAS dengan menghadirkan Korlantas Polri, KNKT, PT KAI dan PT KCI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, dikutip Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan anggaran untuk pembenahan perlintasan sebidang masih sangat besar karena jumlah titik yang harus ditangani mencapai ribuan lokasi di seluruh Indonesia. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menetapkan prioritas pada wilayah dengan kepadatan lalu lintas kereta tinggi, seperti kawasan Jabodetabek.

Lasarus juga mengapresiasi adanya dukungan pemerintah terhadap pembangunan perlintasan sebidang, namun menilai besaran anggaran yang tersedia saat ini masih belum mencukupi untuk menyelesaikan persoalan keselamatan perkeretaapian secara menyeluruh.

“Apakah Rp4 triliun itu menyelesaikan masalah? Belum. Masih sangat jauh. Ada ribuan titik perlintasan sebidang yang belum dibangun,” tegas Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembenahan keselamatan perkeretaapian harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya pada aspek infrastruktur, tetapi juga sistem operasional dan investigasi kecelakaan.

“Kita ingin ini selesai. Tidak untuk mencari siapa yang salah, tapi supaya kejujuran itu kita ungkap untuk mengetahui sebenarnya masalahnya ada di mana,” pungkasnya.

Share