Soroti Ketimpangan, Rapidin Simbolon Kritik Program Makan Bergizi Gratis di Parlilitan

Soroti Ketimpangan, Rapidin Simbolon Kritik Program Makan Bergizi Gratis di Parlilitan

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi XIII DPR RI, Rapidin Simbolon, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Menurutnya, program nasional tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran dan justru berpotensi memicu pemborosan anggaran di lapangan.

Kritik tersebut disampaikan Rapidin di hadapan warga Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), dalam kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan, Minggu (24/5).

Rapidin menilai, program MBG seharusnya dikhususkan bagi keluarga miskin, dengan skema penyaluran bantuan berupa uang tunai yang diberikan langsung kepada orang tua siswa.

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

“Kalau semua disamaratakan, banyak yang akhirnya tidak termanfaatkan. Ada anak dari keluarga mampu yang tidak memakannya, lalu makanan terbuang sia-sia. Sementara itu, keluarga miskin justru masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok,” ujar Rapidin.

Menurut mantan Bupati Samosir ini, bantuan tunai akan jauh lebih efektif karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil setiap keluarga. Ia juga memperingatkan adanya celah korupsi dan penurunan kualitas konsumsi jika program dikelola secara terpusat lewat pengadaan massal.

“Kalau pengadaannya besar-besaran tanpa pengawasan ketat, yang diuntungkan bisa jadi hanya pihak pengelola. Anak-anak justru menjadi korban ketika kualitas makanan tidak terjaga,” tegasnya.

Selain menyoroti program MBG, Rapidin juga mengkritisi kondisi ekonomi nasional yang kian menekan masyarakat kecil akibat melemahnya daya beli dan tingginya ketimpangan sosial.

“Ada yang hidup sangat mewah, tetapi masih banyak rakyat kecil yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Artinya, ketimpangan sosial kita masih tinggi,” tambahnya.

Di hadapan warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani, Rapidin juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam di Tano Batak agar lahan pertanian warga tidak tergerus.

Baca: Ganjar Pranowo Tegaskan Komitmennya Untuk Berantas KKN

Pertemuan yang digelar di tengah perbukitan Parlilitan ini menjadi ruang bagi warga untuk menumpahkan keluh kesah mereka. Tokoh masyarakat Desa Sionom Hudon Selatan, Saut Tumanggor, mengapresiasi kehadiran Rapidin Simbolon bersama Ketua Komisi B DPRD Sumut, Sorta Ertaty Siahaan.

“Kampung kami ini jauh dan tersembunyi. Banyak kebutuhan masyarakat yang harus diperhatikan, terutama soal ekonomi dan pertanian,” kata Saut. 

Ia berharap kunjungan ini membawa perubahan nyata bagi desa mereka yang merupakan salah satu desa terbesar di Parlilitan, namun masih minim dukungan pembangunan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Sorta Ertaty Siahaan mengingatkan warga agar tetap kokoh menjaga nilai-nilai Pancasila, merawat persatuan, dan saling peduli di tengah beratnya tekanan ekonomi serta perubahan sosial saat ini.

Share