JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia masih bertahan di area support penting setelah bergerak sideways dalam beberapa pekan terakhir. Namun, tekanan penurunan dinilai semakin besar seiring meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan kekhawatiran inflasi global akibat konflik Iran.
Harga emas ditutup jatuh 0,79% ke level US$ 4.509,38 per ons troi pada Jumat (22/5/2026).
Senior Technical Strategist Forex.com Michael Boutros mengatakan, pergerakan emas kini berada di titik penentu. Jika support utama jebol, harga emas berisiko mengalami koreksi lebih dalam. Sebaliknya, jika mampu bertahan, peluang rebound masih terbuka.
“Harga emas masih bergerak di dekat support penting pada area bawah range bulanan. Reaksi harga di zona ini akan menjadi penentu arah berikutnya,” tulis Boutros dalam riset teknikalnya.
Secara teknikal, lanjut dia, support utama harga emas berada di kisaran US$ 4.493–4.533 per ons troi. Area tersebut merupakan kombinasi level penutupan tertinggi 2025 dan level penutupan mingguan terendah 2026.
“Jika harga emas ditutup di bawah zona itu, tekanan jual diperkirakan meningkat menuju level US$ 4.319 per ons troi hingga US$ 4.074–4.151 per ons troi,” tambah Boutros.
Sementara itu, Boutros menambahkan, resistance awal harga emas berada di area US$ 4.770 per ons troi dan diperkuat level penting di US$ 4.894 per ons troi. Penembusan di atas area tersebut dinilai dapat membuka jalan menuju target berikutnya di US$ 5.025 hingga rekor tertinggi baru di US$ 5.279.
Data Penting AS