Selly Gantina Soroti Kurangnya Petugas Kesehatan dan Terbatasnya Klaim Asuransi

Selly Gantina Soroti Kurangnya Petugas Kesehatan dan Terbatasnya Klaim Asuransi

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Selly Andriany Gantina, menyoroti sejumlah catatan krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Salah satu poin utama yang menjadi perhatian serius adalah masih minimnya jumlah petugas kesehatan bagi jemaah Indonesia.

“Memang yang kita rasakan, petugas dari sisi kesehatan masih sangat kurang. Ini yang harus menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia,” ujar Selly dalam program Breaking News Kompas TV, Selasa (26/5/2026).

Selain masalah kuantitas petugas medis, Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan ini juga mengkritisi sistem kerja sama dengan rumah sakit di Arab Saudi serta regulasi asuransi jemaah.

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Menurut Selly, asuransi yang bekerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi saat ini memiliki keterbatasan yang sangat rigid.

“Asuransi tersebut hanya bisa digunakan untuk satu jenis penyakit dan memiliki batas waktu penanganan selama beberapa hari saja,” ungkapnya.

Selly menegaskan bahwa kelemahan sistemis ini harus menjadi bahan evaluasi total bagi pemerintah dan DPR demi perbaikan penyelenggaraan haji di masa depan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan jemaah yang sedang bergeser ke Arafah tetap terpantau optimal.

Meski memberikan catatan kritis pada sektor kesehatan, Selly tetap mengapresiasi kinerja para petugas haji serta Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Arab Saudi. Ia menilai, kualitas pelayanan akomodasi tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Tidak ada lagi perebutan tenda di maktab-maktab. Jika beberapa tahun lalu kita tahu banyak jemaah yang tidak kebagian tenda, tahun ini penempatan jemaah jauh lebih rapi dan tertata berdasarkan kloter masing-masing,” jelas Selly.

Berkat perbaikan fasilitas dan manajemen penempatan tersebut, angka mortalitas (kematian) jemaah haji Indonesia sejauh ini berhasil ditekan seminimal mungkin. Kendati demikian, Timwas DPR menegaskan akan terus mengawal perlindungan kesehatan jemaah hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai.

“Hari ini, saat pemberangkatan jemaah ke Arafah, masih ada jemaah yang kondisi kesehatannya membutuhkan perhatian khusus dari Pemerintah Arab Saudi. Kita berharap pascapuncak haji nanti, angka jemaah yang wafat bisa ditekan sekecil mungkin,” pungkasnya.

Share