JAKARTA, Detiktoday.com – Salah satu negara produsen emas terbesar di dunia, Uzbekistan meningkatkan volume ekspor emas setelah jeda selama setengah tahun.
Dikutip dari Mining, Jumat (29/5/2026) Uzbekistan mengekspor emas bernilai sekitar US$ 1,5 miliar pada kuartal pertama tahun ini, menurut laporan Komite Statistik Nasional negara itu pada hari Selasa.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar emas tersebut terjual pada April 2026.
Uzbekistan, yang menambang sekitar 130 ton emas per tahun ini, pada bulan September 2026 menghentikan ekspor logam mulia sementara bank sentralnya muncul sebagai salah satu pembeli emas terbesar di dunia.
Laporan sebelumnya mencatat bahwa ekspor emas terhenti pada bulan Januari dan Februari 2026, dan hanya mencapai US$ 30 juta pada bulan Maret.
Pada saat yang sama, cadangan emas bank sentral Uzbekistan turun sekitar 100.000 ons troy pada April 2026, menandakan adanya aksi jual.
Ekspor emas Uzbekistan kemudian berlanjut ketika perang AS-Israel dengan Iran membebani prospek ekonomi global, meskipun ekonomi Asia sejauh ini tampak relatif tangguh terhadap guncangan tersebut.
Diketahui, emas menjadi penyangga utama bagi perekonomian Uzbekistan dan sumber utama ekspor serta pendapatan anggara negara itu.
Sementara itu, aksi timbun emas kembali berlanjut di negara konsumen logam mulia terbesar di dunia, China.
Impor bersih China melalui Hong Kong mengalami peningkatan hingga 81,2% pada April 2026 dibandingkan bulan sebelumnya.
Data terbaru dari Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong menunjukkan bahwa China mengimpor emas sebanyak 86,715 metrik ton pada bulan April, naik dari 47,866 ton pada Maret 2026, dan menandai peningkatan bulanan ke-13 berturut-turut.