JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (1/6/2026) seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) dan naiknya harga minyak. Pelaku pasar juga menanti keputusan Presiden AS Donald Trump terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.
Harga emas spot hari ini turun 0,43% menjadi US$ 4.519,9 per ons troi saat berita ditulis. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS jatuh 0,95% ke level US$ 4.549,12 per ons troi.
Dikutip dari Reuters, penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas. Kondisi tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga berpotensi mengurangi permintaan.
Pasar juga terus mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran. Trump pada Jumat (29/5/2026) menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait proposal perpanjangan gencatan senjata. Namun hingga kini, kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan dalam sejumlah isu utama.
Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi melawan kelompok Hezbollah yang didukung Iran.
Kenaikan harga minyak lebih dari 2% pada perdagangan Senin turut memicu kekhawatiran inflasi yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter AS.
Wakil Ketua The Fed untuk Pengawasan Michelle Bowman mengatakan, dampak konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian masih terus diukur, namun berpotensi mendorong inflasi bertahan lebih tinggi sehingga memerlukan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Tekanan Inflasi