Sleman, Detiktoday.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan D.I. Yogyakarta menunjukkan keseriusan penuh dalam menatap perhelatan Liga Kampung Soekarno Cup 2026.
Tepat pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), DPD PDI Perjuangan DIY resmi mengukuhkan jajaran manajemen serta tim kepelatihan di Stadion Tridadi, Kabupaten Sleman.
Tak butuh waktu lama, usai pengukuhan, tim berjuluk “Banteng Istimewa Yogyakarta” ini langsung tancap gas menggelar seleksi pemain demi mematangkan kerangka tim yang akan berlaga di Surabaya mendatang.
Baca: Ganjar Ajak Kader Banteng NTB Selalu Introspeksi Diri
Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi, S.Pd., bersama jajaran pengurus DPD, serta Wakil Bupati Sleman sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Sleman, Danang Maharsa.
Dalam sambutannya, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi, menegaskan bahwa keikutsertaan DIY dalam ajang ini bukan sekadar partisipasi hiburan. Ia memberikan instruksi tegas agar tim yang terbentuk mampu membawa pulang hasil maksimal.
“Tim ini harus optimal dalam latihan dan berjuang keras. Di Surabaya nanti, tidak ada kata lain selain menang. Kita musti berjuang untuk selalu meraih kemenangan dan mengharumkan nama Yogyakarta,” tegas Nuryadi.
Meskipun ini merupakan debut pertama DIY di ajang Soekarno Cup, Nuryadi secara berani langsung memasang target tinggi.
“Kami serius. Kami ingin menang di setiap pertandingan dan target kami adalah menembus babak final,” tambahnya optimistis.
Keseriusan PDI Perjuangan DIY dibuktikan dengan penunjukan nama-nama beken di jajaran manajemen dan kepelatihan. Nuryadi mempercayakan posisi Manajer Tim kepada Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Wahyudi Kurniawan. Sementara kursi Direktur Teknik (Dirtek) diamanahkan kepada Anggota DPRD Kota Yogyakarta, Susanto Dwi Antoro.
Untuk posisi krusial di pinggir lapangan, Banteng Istimewa Yogyakarta memboyong jajaran pelatih kelas wahid yang diisi oleh mantan penggawa Tim Nasional Indonesia. Kursi pelatih kepala dipercayakan kepada Coach Nopendi, yang akan didampingi oleh Bena Seta serta Coach Erik—sosok yang sukses membawa tim sepak bola putri DIY lolos PON 2024.
Sementara untuk posisi pelatih kiper, manajemen memercayayakannya kepada Liga Dameindra.
Merespons target tinggi dari partai, Manajer Tim Wahyudi Kurniawan menyatakan kesiapannya untuk mengawal amanah tersebut. Ia melaporkan bahwa proses pencarian bakat langsung dimulai pada hari yang sama dengan animo yang sangat tinggi.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
”Hari ini ada 106 anak dari seluruh DIY yang mengikuti seleksi tim. Mereka yang terpilih nantinya akan langsung masuk ke program pelatihan intensif yang telah disusun jajaran pelatih. Mereka akan ditempa selama kurang lebih dua bulan,” jelas Wahyudi.
Bagi Wahyudi, Soekarno Cup 2026 bukan sekadar panggung kompetisi sepak bola biasa. Lebih dari itu, ajang ini menjadi kawah candradimuka untuk membentuk karakter generasi muda.
”Ini adalah sarana menempa anak-anak muda Yogyakarta, bukan hanya untuk menjadi pemain yang berkelas di lapangan, tetapi juga membentuk karakter calon pemimpin masa depan yang memiliki semangat gotong royong,” pungkasnya.