Rupiah Tembus Rp18.000, Ganjar Pranowo Lontarkan 7 Desakan Tegas untuk Pemerintahan Prabowo

Rupiah Tembus Rp18.000, Ganjar Pranowo Lontarkan 7 Desakan Tegas untuk Pemerintahan Prabowo

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo, menyoroti tajam melemahnya nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS pada Kamis (4/6). 

Menanggapi situasi ekonomi ini, mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut melayangkan tujuh poin desakan keras yang ditujukan langsung kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

​”Segera kembalikan kepercayaan publik!” tegas Ganjar melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Jumat (5/6).

Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

​Dalam pernyataannya, Ganjar merinci sejumlah langkah strategis yang harus segera diambil pemerintah. Poin pertama dan kedua berfokus pada reformasi internal, yakni mengembalikan personel lembaga negara ke fungsi utamanya serta menerapkan sistem meritokrasi birokrasi yang berbasis pada kompetensi.

​Selain itu, Ganjar meminta pemerintahan Prabowo untuk melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran. Ia menuntut adanya penghematan yang nyata dari tingkat pusat hingga ke daerah tanpa pengecualian. 

Untuk sektor ekonomi riil, ia mendorong pemerintah mengambil langkah agresif guna menyelamatkan mata uang Garuda.

​”Genjot ekspor dengan insentif, serta regulasi dan kelembagaan yang fair (adil),” tulis Ganjar.

​Tidak hanya menyoroti sektor ekonomi dan birokrasi, Ganjar juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas sosial dan hukum dalam poin-poin desakannya. 

Baca: Ganjar Beri Kunci Untuk Dapatkan Pekerjaan Bagi Generasi Muda

Poin kelima hingga ketujuh menekankan pada penegakan aturan yang tegas dan tidak tebang pilih, jaminan kebebasan pers, serta perwujudan ruang publik yang aman agar warga bangsa bebas dari rasa takut.

​Secara terpisah, Bank Indonesia (BI) memastikan tidak tinggal diam menghadapi gejolak pasar ini. BI menyatakan terus mengintensifkan intervensi di pasar valuta asing (valas) guna menahan pelemahan rupiah yang telah menembus angka Rp18.000 per dolar AS.

​Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengungkapkan bahwa intervensi dengan intensitas tinggi ini dilakukan melalui berbagai instrumen pasar, salah satunya lewat transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore (luar negeri). Langkah ini diharapkan dapat meredam spekulasi dan menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian global.

Share