Merdeka Copper Gold (MDKA) membukukan kinerja operasional yang kuat pada kuartal I-2026, seiring produksi perdana tambang emas Pani milik PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dan solidnya kinerja bisnis nikel dan tembaga.
Berdasarkan riset Citi, produksi TB Gold mencapai 24.835 oz pada kuartal I-2025, turun 3% secara tahunan. Penjualan turun 63% secara kuartalan menjadi 24.470 oz, seiring adanya masalah di sistem pemerintah.
Harga jual rata-rata (ASP) emas MDKA mencapai US$ 4.841 per oz atau naik 76%, dengan margin tunai US$ 4.156 per oz atau meningkat 128%. AISC, termasuk royalti dan produksi perak, mencapai US$ 1.065 per oz.
“Tahun 2026, panduan produksi TB Gold mencapai 80-90 ribu oz, biaya tunai US$ 1.150-1.250 per oz dan AISC US$ 1.900-2.050 per oz, di luar royalti dan biaya produksi perak,” tulis Citi dalam risetnya.
Sementara itu, produksi tembaga tambang Wetar mencapai 2.112 ton atau turun 11%, sedangkan penjualan 1.923 ton atau turun 44%.
ASP tembaga Wetar mencapai US$ 12.588 per ton, dengan marin tunai US$ 5.975 per ton. Panduan produksi tembaga tahun ini mencapai 4.000-5.000 ton dengan biaya tunai US$ 2,8-3,5 per pound (lb).
Citi merekomendasikan buy saham MDKA dengan target harga tinggi sebesar Rp 5.100. Ini menawarkan potensi kenaikan harga saham mencapai 105%.