JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia menembus level teknikal penting setelah gagal mempertahankan area support jangka panjangnya. Koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir memunculkan pertanyaan di kalangan investor: apakah ini saat yang tepat untuk mulai mengakumulasi emas?
Dikutip dari Kitco, harga emas spot pada Jumat (5/6/2026) diperdagangkan di kisaran US$ 4.327 per ons troi, turun sekitar 3% dalam sehari dan mencatat pelemahan mingguan lebih dari 4%. Penurunan tersebut terjadi setelah emas menembus level support 200-day moving average yang selama dua pekan terakhir menjadi area pertahanan utama.
Tekanan terhadap emas semakin besar setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan pasar tenaga kerja masih sangat kuat. Laporan nonfarm payrolls mencatat penambahan 172 ribu pekerjaan pada Mei, jauh di atas ekspektasi pasar.
Data tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS atau The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, bahkan membuka peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.
Kepala Ekonom AS Societe Generale Jan Groen mengatakan, data tenaga kerja yang solid memberikan ruang bagi The Fed untuk lebih fokus mengendalikan inflasi yang masih menjadi perhatian utama pasar.
Selain faktor suku bunga, harga emas juga tertekan oleh lonjakan harga energi akibat konflik Iran yang meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
Chief Market Strategist Blue Line Futures Phillip Streible menilai kondisi tersebut memang negatif bagi emas dalam jangka pendek. Namun, ia melihat koreksi saat ini sebagai peluang bagi investor yang memiliki horizon investasi lebih panjang.
“Penembusan support memang tidak ideal untuk emas dalam jangka pendek. Namun saya melihat pelemahan ini sebagai buyable dip karena fundamental jangka panjang emas masih tetap kuat,” ujarnya.
Meski sejumlah analis mulai melihat peluang akumulasi, risiko penurunan harga emas dalam jangka pendek masih terbuka.
Head of Commodity Strategy Saxo Bank Ole Hansen memperkirakan harga emas berpotensi menguji area US$ 4.099 per ons troi, yang merupakan level terendah pada Maret lalu.
Pantau Level Psikologis