JAKARTA, Detiktoday.com – Investasi emas diperkirakan sebagian besar akan berfokus ke emas batangan, dibandingkan emas perhiasan pada sisa tahun 2026.
Dikutip dari Yahoo! Finance, Senin (8/6/2026) perusahaan konsultan Metals Focus dalam laporan terbarunya mengungkapkan bahwa menurunnya permintaan emas perhiasan disebabkan oleh kerugian dua digit pada perhiasan di tengah harga yang tinggi.
Metals Focus memproyeksi total permintaan emas akan turun 2% pada 2026 karena kerugian dua digit dalam pembelian perhiasan dan bank sentral, sebagian diimbangi oleh investasi fisik yang lebih kuat.
Pembelian bersih emas di sektor resmi juga diprdiksi akan turun pada 2026, meskipun diversifikasi cadangan devisa terus berlanjut, seiring berlanjutnya lonjakan harga energi yang menyebabkan sejumah bank sentral meningkatkan upaya untuk mencegah depresiasi mata uang melalui intervensi di pasar valuta asing.
“Hal ini biasanya membutuhkan penjualan aset cadangan likuid, termasuk emas. Peningkatan penjualan emas Rusia yang diantisipasi juga akan berkontribusi pada penjualan kotor yang lebih tinggi tahun ini,” kata Metals Focus dalam laporan tahunan terbarunya.
Permintaan emas perhiasan telah merosot sebesar 19% tahun lalu, bertepatan dengan ekspektasi harga yang tinggi dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta ekonomi global. Beberapa konsumen beralih ke pembelian emas batangan dan koin pada tahun 2025.
Menurut Metals Focus, tren tersebut akan berlanjut tahun ini, dengan investasi emas fisik diperkirakan akan meningkat 15% ke level tertinggi sejak 2013, melampaui permintaan emas perhiasan untuk pertama kalinya.
Selain itu, Metals Focus juga memperkirakan harga emas akan kembali naik tajam pada paruh kedua tahun 2026. Analis di perusahaan konsultan itu memproyeksi rata-rata harga emas melonjak 43% ke rekor tertinggi baru sebesar US$ 4.920 per troy ounce pada 2026.