Pemerintah Kota Malang Gelar Bimtek Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Resiko Kebakaran – Detiktoday.com

Pemerintah Kota Malang Gelar Bimtek Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Resiko Kebakaran – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, MALANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berupaya dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko kebakaran.

Oleh sebab itu, Pemkot Malang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran bagi relawan damkar di Grha Purva Praja, Kota Malang.

Pada kegiatan bimtek tersebut diikuti kurang lebih 690 peserta ini merupakan hasil usulan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) wilayah, Musrenbang tematik, serta pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Kota Malang. Pelaksanaannya dibagi dalam tiga tahap, dengan sesi pertama diikuti 341 peserta.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, dalam arahannya menyampaikan bahwa kebakaran merupakan salah satu kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Menurut Wahyu, sebagian besar kasus kebakaran dipicu oleh faktor manusia atau human error, seperti kelalaian dalam penggunaan instalasi listrik, kompor gas, maupun peralatan yang berpotensi menimbulkan percikan api.

“Garda terdepan sebelum petugas pemadam kebakaran datang adalah masyarakat sekitar. Karena itu masyarakat perlu memahami langkah-langkah awal yang harus dilakukan agar dapat menangani kebakaran secara cepat dan tepat,” terang Wahyu, Senin (9/6/2026)

Dalam catatannya, sepanjang tahun 2025 telah terjadi 118 kasus kebakaran di Kota Malang. Data tersebut menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran merupakan persoalan nyata yang harus dihadapi bersama, terlebih memasuki musim kemarau yang diprediksi berlangsung cukup panjang.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti tingginya kepadatan penduduk serta pertumbuhan kawasan permukiman dan bangunan bertingkat di Kota Malang yang perlu diimbangi dengan peningkatan aspek keselamatan.

Wahyu menilai, kesadaran memeriksa instalasi listrik, memastikan keamanan tabung gas, serta menyediakan sarana pemadam sederhana harus menjadi budaya di tengah masyarakat.

“Pencegahan kebakaran bukan hanya tugas pemadam kebakaran, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Keselamatan lingkungan dimulai dari rumah masing-masing,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, mengatakan bimtek ini bertujuan membekali masyarakat dengan kemampuan deteksi dini terhadap potensi kebakaran serta keterampilan melakukan tindakan awal pemadaman sebelum petugas tiba di lokasi.

“Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar penanggulangan kebakaran, sehingga risiko serta dampak kebakaran dapat diminimalkan,” jelasnya.

Selain mendapatkan materi secara teori, peserta juga praktik langsung bersama instruktur berlatih menggunakan alat pemadam api tradisional dan modern agar dapat melakukan penanganan awal secara tepat dan aman.

“Harapannya masyarakat tidak hanya menjadi penonton saat terjadi kebakaran, tetapi turut berperan aktif membantu proses penanganan serta memberikan akses bagi petugas damkar untuk bekerja secara cepat dan optimal,” tutupnya.

Share