JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas turun lagi pada perdagangan awal pekan ini, Senin (8/6/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed, setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan.
Harga emas hari ini tercatat turun 0,32% menjadi US$ 4.315,38 per ons trooi saat berita ditulis. Pada perdagangan Jumat sebelumnya, emas juga telah terkoreksi sekitar 3% dan menyentuh level terendah sejak 24 Maret.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 0,6% ke level US$4.339,37 per ons.
Analis OANDA Kelvin Wong mengatakan, tekanan pada emas terutama dipicu oleh meningkatnya ekspektasi kebijakan hawkish The Fed. “Pasar mulai mengantisipasi sikap hawkish The Fed yang tercermin dari pergerakan futures suku bunga. Kenaikan imbal hasil obligasi AS juga menambah tekanan pada emas,” ujarnya dikutip dari Reuters.
Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam dua pekan, sehingga meningkatkan opportunity cost dalam memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan ke sejumlah target militer di Iran. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak lebih dari US$3 per barel, yang turut menambah kekhawatiran inflasi global.
Meski emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, ekspektasi suku bunga tinggi cenderung membatasi penguatannya.
Suku Bunga The Fed