Saham BBCA Masih DihantuiSaham BBCA Masih Dihantui

Jangan-jangan Saham BBCA Tembus Segini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – CGS International Sekuritas membuat hitung-hitungan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA untuk perdagangan Senin (8/6/2026).

Broker efek tersebut menaksir ada kemungkinan saham BBCA turun lagi dengan support pertama pada 4.975 dan support kedua di 4.875.

Tapi saham Bank Central Asia berpeluang berbalik jika mengenai pivot  5.175 dengan resistance pertama di 5.275 serta resistance kedua 5.475.

Saham emiten bank besar PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA ditutup anjlok hingga 6,45% ke Rp 5.075 pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026) pekan lalu yang menjadi level terendahnya dalam lima tahun terakhir.

Sebanyak 572,61 juta saham Bank Central Asia diperdagangkan, frekuensi 98.350 kali, dan nilai transaksi Rp 2,96 triliun.

Saham berkode BBCA mengalami tekanan jual. Investor asing mencetak net sell di saham BBCA pada Jumat Rp 1,10 triliun.

Saham BCA jatuh sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup longsor 4,20% ke level 5.594.

Dalam periode tahun berjalan, saham Bank Central Asia longsor 37,15%.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) ‎melihat secara teknikal, BBCA masih berada dalam tren bearish setelah mengonfirmasi pola Head & Shoulders pada grafik mingguan.

Tekanan jual masih dominan, terlihat dari peningkatan volume saat harga turun dan MACD yang masih bergerak negatif.

‎BRIDS merinci, saham BBCA mengalami net foreign sell ytd mencapai Rp 31,34 triliun (hingga Kamis pekan lalu), menunjukkan arus keluar dana asing masih berlanjut.

‎”Harga saat ini mendekati support kuat 4.775–4.100, yang berpotensi menjadi area pembentukan support,” kata BRIDS dalam catatannya, Jumat sore.

‎ Menurut broker efek tersebut, selama BBCA belum mampu kembali ke atas 5.700–6.000, tren turun masih mendominasi.

‎”Kinerja terakhir solid dengan laba bersih kuartal I 2026 sebesar Rp 14,68 triliun (+4% yoy),” pungkas BRIDS.

Share