Kanwil Kemenkum Jambi Awasi Indikasi Geografis Nanas Tangkit, Dorong Desa Tangkit Baru Jadi Destinasi IG Tourism – Detiktoday.com

Kanwil Kemenkum Jambi Awasi Indikasi Geografis Nanas Tangkit, Dorong Desa Tangkit Baru Jadi Destinasi IG Tourism – Detiktoday.com

Share
Share

Detiktoday.com, MUARO JAMBI – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi melalui Bidang Kekayaan Intelektual pada Divisi Pelayanan Hukum melaksanakan pengawasan terhadap Indikasi Geografis (IG) Nanas Tangkit Jambi di Desa Tangkit Baru, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Nanas Tangkit Jambi tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Kepala Bidang Kekayaan Intelektual, pengurus MPIG Nanas Tangkit Jambi, kelompok petani, serta Analis Kekayaan Intelektual.

Pengawasan dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas, reputasi, dan karakteristik khas Nanas Tangkit Jambi yang telah memperoleh perlindungan Indikasi Geografis. Kegiatan ini juga bertujuan memastikan seluruh proses produksi dan pengelolaan tetap berjalan sesuai standar yang tercantum dalam Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan terhadap berbagai tahapan produksi, mulai dari budidaya, pemeliharaan tanaman, panen, pascapanen, pengemasan hingga pemasaran produk. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penerapan standar mutu dan sistem pengendalian kualitas berjalan secara konsisten.

Selain memastikan kesesuaian dengan Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani dan pengurus MPIG dalam menjaga kualitas serta keberlanjutan produk.

Kanwil Kemenkum Jambi juga mendorong penguatan kapasitas kelembagaan MPIG agar mampu menjalankan fungsi pengawasan internal secara optimal serta menjadi garda terdepan dalam menjaga reputasi Nanas Tangkit Jambi sebagai produk unggulan daerah.

Pengawasan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara MPIG, pemerintah daerah, dan instansi terkait dalam menjaga keberlangsungan perlindungan Indikasi Geografis. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar perlindungan hukum yang telah diperoleh mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil pengawasan, secara umum proses budidaya dan pengelolaan Nanas Tangkit Jambi telah berjalan sesuai ketentuan yang diatur dalam Dokumen Deskripsi Indikasi Geografis. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pada sistem pencatatan produksi, dokumentasi pengendalian mutu, serta peningkatan kapasitas petani dalam menjaga konsistensi kualitas produk.

Penguatan tersebut dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan perlindungan Indikasi Geografis sekaligus meningkatkan daya saing Nanas Tangkit Jambi di pasar yang lebih luas, baik tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu, Kanwil Kemenkum Jambi juga menyoroti potensi pengembangan Desa Tangkit Baru sebagai destinasi IG Tourism atau wisata berbasis Indikasi Geografis.

Konsep tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan wisata kebun nanas, edukasi mengenai budidaya dan perlindungan Indikasi Geografis, serta promosi berbagai produk turunan nanas yang menjadi ciri khas daerah.

Pengembangan IG Tourism dinilai menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan perlindungan Kekayaan Intelektual, sektor pertanian, edukasi, dan pariwisata. Melalui konsep tersebut, Desa Tangkit Baru berpotensi memperkuat identitasnya sebagai desa wisata berbasis Indikasi Geografis yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kanwil Kemenkum Jambi berharap kualitas, reputasi, dan karakteristik khas Nanas Tangkit Jambi dapat terus terjaga sehingga manfaat perlindungan Indikasi Geografis tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, pelaku usaha, dan masyarakat di Kabupaten Muaro Jambi.

Ke depan, pengembangan konsep IG Tourism di Desa Tangkit Baru diharapkan menjadi model sinergi antara perlindungan Kekayaan Intelektual, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan pariwisata daerah yang berkelanjutan.

Share