Detiktoday.com, PALI – Di tengah keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendapat sorotan. Setelah jadwal wawancara dengan wartawan yang telah diajukan secara resmi melalui PTSP tidak terlaksana, Kepala Bidang Perdagangan Disperindag PALI, Lilis Suryani, akhirnya memberikan klarifikasi melalui pesan singkat, Selasa (9/6/2026).
Sebelumnya, tim wartawan telah mengajukan permohonan wawancara untuk mengonfirmasi langkah Disperindag dalam mengatasi kelangkaan gas subsidi yang dikeluhkan masyarakat. Namun saat mendatangi kantor sesuai jadwal, pejabat yang dijadwalkan memberikan keterangan tidak berada di tempat.
Menanggapi hal tersebut, Lilis Suryani membantah adanya upaya menghindari wartawan.
“Tidak, memang ada undangan resmi Kepala Dinas hari ini ke Palembang sampai besok. Untuk apa menghindar dari kenyataan. Memang posisi sedang di Palembang. Kalau ada di kantor, pasti ditemui,” ujar Lilis.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas tidak tersampaikannya informasi terkait perubahan jadwal kepada wartawan.
“Mohon maaf, mungkin ada kelalaian dari staf yang belum menyampaikan informasi tersebut,” katanya.
Saat dimintai penjelasan mengenai langkah konkret mengatasi kelangkaan elpiji 3 kilogram dan dugaan penyimpangan distribusi di lapangan, Lilis menyatakan penjelasan lebih rinci sebaiknya disampaikan oleh pimpinan dinas.
“Nanti saja menunggu Kepala Dinas dan Sekdin ada di tempat agar lebih jelas. Saya masih bawahan yang bisa menjelaskan, sementara atasan kami adalah Kepala Dinas Disperindag,” tambahnya.
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram belakangan menjadi keluhan warga di sejumlah wilayah Kabupaten PALI. Selain sulit diperoleh, harga di tingkat pengecer dilaporkan mengalami kenaikan yang memberatkan masyarakat dan pelaku usaha mikro.
Persoalan tersebut juga mendapat perhatian DPRD PALI yang berencana meminta penjelasan dari Disperindag dan pihak terkait guna mencari solusi atas distribusi gas bersubsidi yang dikeluhkan masyarakat.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga gas elpiji 3 kilogram, sehingga kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil dapat terpenuhi dengan baik.