JAKARTA, Detiktoday.com – Hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diperkirakan menjadi salah satu sentimen utama yang dapat memengaruhi arah pasar keuangan global dalam waktu dekat.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan masih tingginya kehati-hatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga AS, investor dinilai perlu mencermati peluang investasi pada aset digital berbasis saham Amerika Serikat atau tokenized US stocks.
Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn mengatakan pasar global saat ini berada dalam fase menunggu kepastian terkait perkembangan hubungan AS dan Iran.
Menurutnya, hasil negosiasi kedua negara berpotensi menjadi katalis yang memicu pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi, mulai dari saham hingga aset kripto.
“Pasar saat ini berada dalam fase menunggu kepastian. Apapun hasil negosiasi AS-Iran nantinya dapat menjadi katalis yang mendorong pergerakan signifikan di berbagai instrumen investasi global,” ujar Ryan dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).
Selain perkembangan negosiasi AS-Iran, pasar juga dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah serangan Israel ke Lebanon. Pada saat yang sama, Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru sehingga investor masih menunggu sinyal kebijakan moneter berikutnya.
Kombinasi sentimen tersebut mendorong volatilitas pada berbagai kelas aset. Berdasarkan data CoinMarketCap per 23 Juni 2026, harga Bitcoin berada di level US$ 62.300 atau melemah 3,94% dalam sehari dan turun 6,58% dalam sepekan.
Sementara itu, indeks saham AS bergerak bervariasi. Nasdaq terkoreksi 1,32%, S&P 500 turun 0,37%, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,30%. Di sisi lain, NYSE Composite masih mencatat kenaikan 0,41%.
Ryan menilai kondisi pasar yang penuh ketidakpastian memang meningkatkan volatilitas. Namun, situasi tersebut juga dapat membuka peluang bagi investor untuk mendapatkan titik masuk investasi yang lebih menarik.
“Ketika ketidakpastian meningkat, volatilitas biasanya ikut naik. Namun kondisi seperti ini juga dapat menciptakan peluang bagi investor untuk mengidentifikasi titik masuk yang lebih menarik sesuai dengan strategi dan profil risikonya,” kata dia.
Dalam kondisi tersebut, Ryan menyoroti perkembangan instrumen tokenized US stocks, yaitu aset digital yang merepresentasikan kepemilikan saham perusahaan Amerika Serikat dalam bentuk token yang diperdagangkan melalui teknologi blockchain.
Menurutnya, instrumen tersebut dapat menjadi alternatif bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap saham-saham global tanpa harus memiliki aset dasarnya secara langsung.
“Investor yang ingin mendapatkan eksposur ke saham Amerika Serikat tanpa harus memiliki aset secara langsung dapat mempertimbangkan tokenized US stocks yang memungkinkan akses lebih fleksibel terhadap pergerakan saham global dalam satu ekosistem investasi,” ujar Ryan.
Akses ke Saham Global