JAKARTA, Detiktoday.com – Harga emas dunia masih menghadapi tekanan kuat dan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju level US$ 4.096 per ons troi dalam beberapa waktu ke depan.
Kuatnya dolar Amerika Serikat (AS), tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta belum adanya sinyal pemangkasan suku bunga The Fed menjadi faktor utama yang membebani pergerakan emas.
Harga emas hari ini terlihat anjlok 1,85% ke level US$ 4.179,92 per ons troi saat berita ditulis.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit mengatakan, pergerakan harga emas pada timeframe mingguan (weekly) masih menunjukkan tren bearish yang dominan. Tekanan jual kembali muncul pada awal pekan ini, menandakan pasar masih dikuasai oleh pelaku yang mengambil posisi jual (seller).
Geraldo menjelaskan, struktur teknikal emas pada timeframe harian maupun mingguan masih memperlihatkan pola downtrend yang konsisten. “Selama belum ada sinyal pembalikan arah yang valid, peluang pelemahan lanjutan masih terbuka. Pergerakan saat ini masih mengindikasikan kelanjutan tren turun menuju area support yang lebih rendah,” ujar Geraldo dalam risetnya, Rabu (10/6/2026).
Secara teknikal, Geraldo mengatakan, area support terdekat berada di level US$ 4.096 per ons troi. Apabila level tersebut gagal dipertahankan, harga emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya di kisaran US$ 3.884 per ons troi.
Meski indikator stochastic telah berada di area oversold atau jenuh jual, Geraldo menilai kondisi tersebut belum cukup untuk menjadi sinyal pembalikan tren. “Stochastic memang berada di area oversold, tetapi belum menunjukkan konfirmasi rebound yang kuat. Artinya momentum bearish masih mendominasi pasar,” jelasnya.
Penguatan Dolar AS