Mufti Anam Tekankan Empat Pilar Kebangsaan Bekal Hadapi Perubahan Global dan Tantangan Ekonomi

Mufti Anam Tekankan Empat Pilar Kebangsaan Bekal Hadapi Perubahan Global dan Tantangan Ekonomi

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, menegaskan pentingnya memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan sebagai bekal menghadapi berbagai perubahan global dan tantangan ekonomi yang tengah dirasakan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Mufti dalam kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Probolinggo, Jawa Timur yang diikuti berbagai kalangan masyarakat.

“Keberagaman adalah modal besar bagi Indonesia. Jika persatuan terus terjaga, berbagai agenda pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Mufti dikutip Rabu (10/6/2026).

Dalam pemaparannya, Mufti menilai Indonesia saat ini menghadapi beragam tantangan dari berbagai sektor, mulai dari dinamika global, isu ketahanan pangan, hingga kondisi ekonomi yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Menurutnya, di tengah situasi tersebut, nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan tetap relevan dan memiliki peran strategis sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai tersebut dinilai mampu memperkuat kohesi sosial sekaligus menjaga keutuhan nasional.

Mufti juga menekankan bahwa kondisi ekonomi yang penuh tantangan membutuhkan semangat kebersamaan yang semakin kuat. Karena itu, penerapan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dinilai penting untuk menumbuhkan solidaritas dan mempererat hubungan antarwarga.

Pada kesempatan yang sama, Mufti menjelaskan bahwa konsep Empat Pilar Kebangsaan mulai diperkenalkan secara luas pada masa kepemimpinan almarhum Taufiq Kiemas sebagai Ketua MPR RI periode 2009–2014. Empat Pilar tersebut meliputi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Pancasila menempati posisi fundamental sebagai dasar negara sekaligus panduan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila digali dari kearifan Nusantara dan diperkenalkan oleh Soekarno melalui pidato bersejarah pada 1 Juni 1945.

Selain membahas wawasan kebangsaan, Mufti juga mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Menurutnya, perhatian terhadap sesama menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat daya tahan sosial masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi.

Mufti turut menyoroti pentingnya menjaga hubungan harmonis antarumat beragama serta menumbuhkan sikap saling menghargai di tengah kemajemukan bangsa. Keragaman suku, budaya, dan latar belakang sosial, lanjutnya, harus dijaga agar tetap menjadi kekuatan pemersatu bangsa.

Share