JAKARTA, Detiktoday.com – Analis di bank asal Amerika Serikat, Citigroup memangkas proyeksi harga emas menjadi US$ 4.000 per troy ounce untuk kuartal ketiga 2026.
Sebelumnya, Citi memproyeksi harga emas dunia akan menyentuh US$ 4.300 pada periode tersebut.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (9/6/2026) Citi menjelaskan bahwa pemangkasan prediksi harga emas disebabkan oleh faktor kondisi ekonomi global dan permintaan yang lemah.
“Kami melihat katalis terbatas untuk pergerakan naik (harga emas) yang berkelanjutan dalam jangka waktu yang sangat dekat,” kata Citi dalam catatan tersebut.
Citi juga membeberkan faktor lainnya, yaitu stabilisasi imbal hasil riil, dolar AS yang kuat, dan melemahnya premi aset aman di tengah meredanya ketegangan geopolitik.
Para analis di Citi juga mencatat bahwa permintaan emas fisik dari bank sentral dan arus masuk ETF telah moderat, sehingga mengurangi momentum reli.
“Potensi kenaikan jangka pendek tampaknya terbatas kecuali kita melihat guncangan baru,” ungkap mereka.
Meskipun prospek jangka pendek melemah, analis di Citi melihat harga emas berpotensi untuk kembali naik ke level di atas US$ 4.000 jika ekonomi melemah tajam atau inflasi kembali meningkat.
Citi juga mempertahankan proyeksi jangka panjang harga emas hingga setahun ke depan di level US$ 4.500 per troy ounce. Namun, bank tersebut mencatat, prediksi ini bergantung pada dampak dari arah kebijakan The Fed ke depan atau meningkatnya gejolak geopolitik.