Harga Emas Anjlok ke Level Terendah dalam Lebih dari Dua BulanHarga Emas Anjlok ke Level Terendah dalam Lebih dari Dua Bulan

Harga Emas Anjlok ke Level Terendah dalam Lebih dari Dua BulanHarga Emas Anjlok ke Level Terendah dalam Lebih dari Dua Bulan

Share
Share

Dalam risetnya, Commerzbank menyebutkan, apabila inflasi AS kembali menunjukkan kenaikan di atas ekspektasi pasar, harga emas berpotensi mengalami pelemahan lebih lanjut dalam jangka pendek.

“Jika data inflasi Mei kembali memberikan kejutan ke atas, harga emas kemungkinan akan turun lebih dalam. Namun, kondisi itu juga dapat membuka peluang pemulihan harga pada paruh kedua tahun ini apabila The Fed akhirnya tidak menaikkan suku bunga,” tulis Commerzbank.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 68% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.

Di sisi lain, harga minyak dunia juga melemah setelah Iran dan Israel menyatakan penghentian serangan menyusul seruan Presiden AS Donald Trump untuk meredakan konflik.

Meski demikian, harga energi yang masih relatif tinggi tetap menjadi perhatian karena berpotensi menjaga tekanan inflasi dan mendorong suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.

Secara historis, emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbunga.

Pada perdagangan logam mulia lainnya, harga perak spot anjlok 4,3% menjadi US$ 65,23 per ons troi. Sementara itu, platinum turun 2,1% ke US$ 1.717,30 per ons troi dan paladium melemah 1,3% menjadi US$ 1.220,92 per ons troi.

Share