Lomba Esai 'Relevansi Indonesia Menggugat' Diharapkan Lahirkan Generasi Pejuang Hukum Indonesia

Lomba Esai ‘Relevansi Indonesia Menggugat’ Diharapkan Lahirkan Generasi Pejuang Hukum Indonesia

Share
Share

Jakarta, Detiktoday.com – Anggota Komisi lll DPR RI seialigus Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Pusat PDI Perjuangan, I Wayan Sudirta, mengatakan Lomba Esai Nasional bertema “Relevansi Indonesia Menggugat” yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno merupakan upaya untuk menghidupkan kembali semangat pemikiran dan perjuangan Bung Karno di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa dan lulusan Fakultas Hukum di seluruh Indonesia.

“Kami berharap lomba ini tidak hanya menghasilkan karya tulis yang berkualitas, tetapi juga melahirkan generasi baru pejuang hukum Indonesia yang memiliki integritas, keberanian moral, dan komitmen terhadap keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan Bung Karno,” kata Wayan Sudirta, dikutip Kamis (11/6/2026).

Lomba yang diselenggarakan oleh DPP BBHAR PDI Perjuangan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno sekaligus wadah bagi generasi muda hukum untuk mengkaji kembali pidato Indonesia Menggugat, yang dikenal sebagai salah satu karya intelektual terpenting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Melalui ajang ini, peserta diajak merefleksikan relevansi pemikiran Bung Karno terhadap berbagai tantangan hukum, demokrasi, dan keadilan sosial yang dihadapi Indonesia saat ini. Bagi PDI Perjuangan, Indonesia Menggugat tidak hanya merupakan dokumen sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga sumber inspirasi yang tetap relevan dalam menjawab persoalan-persoalan kebangsaan kontemporer.

Semangat keberanian intelektual, keberpihakan kepada rakyat, serta perlawanan terhadap ketidakadilan yang terkandung dalam pidato tersebut dinilai masih memiliki arti penting bagi Indonesia, bahkan relevan dengan dinamika geopolitik dunia saat ini.

Melalui Lomba Esai Nasional ini, BBHAR PDI Perjuangan ingin membuka ruang bagi generasi muda hukum untuk menyumbangkan gagasan yang kritis, progresif, dan solutif bagi masa depan Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali pemikiran, keberanian intelektual, dan semangat perjuangan Bung Karno dalam kehidupan kebangsaan masa kini.

Sebagai bentuk komitmen dalam mencetak kader-kader hukum yang profesional dan berpihak kepada rakyat, DPP BBHAR PDI Perjuangan menyediakan hadiah utama berupa tiga Beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) serta kesempatan mengikuti proses pelantikan advokat sesuai ketentuan yang berlaku.

Lomba ini terbuka bagi mahasiswa dan lulusan Fakultas Hukum dengan usia maksimal 30 tahun. Peserta bersifat individu dan hanya diperkenankan mengirimkan satu karya esai.

Panitia menetapkan bahwa karya yang dikirim harus merupakan hasil karya asli peserta, bukan karya yang dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI), bukan saduran maupun terjemahan, belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan dalam lomba lain, serta bebas dari unsur plagiarisme. Naskah juga harus relevan dengan tema utama “Relevansi Indonesia Menggugat” dan ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai PUEBI dan KBBI.

Untuk format penulisan, naskah menggunakan kertas A4 dengan margin kiri 4 cm, kanan 3 cm, atas 3 cm, dan bawah 3 cm. Esai ditulis menggunakan font Times New Roman ukuran 12 pt dengan spasi 1,5 dan panjang tulisan antara 1.500 hingga 2.000 kata di luar daftar pustaka. Sistematika penulisan meliputi judul, pendahuluan, isi atau pembahasan, serta penutup atau kesimpulan.

Seluruh karya peserta dikirim melalui surat elektronik ke alamat [dppbbharpdiperjuangan@gmail.com](mailto:dppbbharpdiperjuangan@gmail.com) sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.

Share