Pengamat Ungkap Peran Emas Sebagai Tabungan

Arah Harga Emas dalam Jangka Pendek Bakal Begini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas dunia telah jatuh ke level di bawah rata-rata pergerakannya selama 200 hari terakhir.

Pada hari Rabu (10/6/2026), harga emas di pasar spot turun 2,1% menjadi US$ 4.172,44 per troy ounce, level terendah sejak 23 Maret 2026.

Dikutip dari Goldinvest, Kamis (11/6/2026) analis di FOREX.com memprediksi harga emas bisa kembali terkoreksi hingga menyentuh level US$ 4.000 per troy ounce, jika data terbaru inflasi Amerika Serikat memperkuat ekspektasi penahanan suku bunga.

Meski demikian, analis menilai penurunan harga emas di bawah level US$ 4.500 per troy ounce sebagai tren pelemahan jangka pendek. Pasalnya, minat pasar untuk emas dalam jangka panjang tetap kuat.

Di sisi lain, menurut para analis FOREX.com, hambatan utama bagi emas berasal dari kebijakan moneter AS. Baru-baru ini, indeks Harga Konsumen AS diperkirakan akan naik sebesar 2,9% secara tahunan. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve harus mempertahankan suku bunga pada tingkat yang tinggi untuk waktu yang lebih lama, yang memperkuat dolar AS dan menekan emas melalui peningkatan biaya peluang (imbal hasil obligasi pemerintah AS).

Terlepas dari prospek jangka pendek yang negatif, para ahli menyarankan untuk berfokus pada prospek jangka panjang.

Para analis di FOREX.com merujuk pada diversifikasi cadangan bank-bank sentral global ke logam mulia, di mana kepemilikan emas bank sentral terus meningkat untuk mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS.

Selain itu, lonjakan utang pemerintah, risiko fiskal, dan ketidakstabilan geopolitik juga bisa mendorong permintaan emas kembali meningkat.

Share