Sungai Raya, Detiktoday.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mendorong Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah. Kalangan intelektual Dayak diminta tidak sekadar menjadi penonton, melainkan harus berani tampil sebagai motor penggerak melalui kontribusi pemikiran, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan Krisantus saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I ICDN Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalimantan Barat Tahun 2026 di Sungai Raya, Kubu Raya, Minggu (14/6).
”Saya ingin ICDN menjadi pemeran utama. Bukan hanya menjadi penonton tetapi menjadi nakhoda; menjadi pemeran utama, bukan pemeran figuran,” tegas Krisantus.
Baca: Usai Nobar ‘Ghost in the Cell’, Ganjar Pranowo
Ia pun mengapresiasi gerak cepat pengurus daerah yang sukses menggelar Rakerwil ini secara perdana di tingkat nasional. “Sesuai arahan Ketua Umum tadi, sepertinya Kalbar yang tercepat. Artinya Kalbar yang terbaik karena lebih dahulu menyelenggarakan Rakerwil,” tuturnya.
Menurut Krisantus, ICDN yang dihuni oleh para akademisi, profesional, dan birokrat mumpuni merupakan aset berharga. Keberadaan wadah ini sangat strategis untuk membantu pemerintah merumuskan kebijakan yang konstruktif dan solutif dalam menjawab tantangan masa depan Kalbar.
Peluang pembangunan yang kian terbuka lebar harus ditangkap dengan meningkatkan kapasitas diri agar mampu berkompetisi di sektor ekonomi, sosial, politik, hingga pemerintahan.
Namun, Krisantus mengingatkan bahwa penguatan SDM tersebut wajib dibarengi dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) serta literasi digital yang kuat. Hal ini penting agar masyarakat produktif dan membentengi diri dari dampak negatif dunia maya.
”Suka tidak suka, kita harus mengikuti perkembangan teknologi dan globalisasi. Kualitas SDM harus terus ditingkatkan agar teknologi benar-benar memberikan manfaat, sekaligus menghindarkan kita dari ancaman hoaks, judi daring (online), radikalisme, hingga penipuan digital,” jelasnya.
Baca: Sambut Bulan Bung Karno, Ganjar Ajak Generasi Muda
Selain fokus pada SDM, Wagub Kalbar juga mengajak ICDN untuk ikut mengawal hilirisasi sektor sumber daya alam (SDA). Ia ingin kekayaan alam Kalbar dikelola secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah langsung bagi kesejahteraan warga lokal.
Salah satu potensi besar yang dilirik Pemprov Kalbar saat ini adalah pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa yang memanfaatkan limbah cangkang kelapa sawit.
“Kalau batu bara suatu saat bisa habis. Tetapi biomassa dari kelapa sawit ini berbeda, sifatnya renewable atau bisa terus diperbarui karena ada pohonnya. Saya ingin Kalbar mampu memanfaatkan energi dari daerahnya sendiri,” ujar Krisantus.
Sebagai langkah nyata, Pemprov Kalbar telah menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero), untuk mematangkan pengembangan energi biomassa ini demi memperkuat ketahanan energi hijau di daerah.