JAKARTA, Detiktoday.com – Risiko geopolitik global kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar karena dinilai mampu memicu volatilitas pada berbagai instrumen keuangan, mulai dari emas, minyak, hingga pasar valuta asing (forex).
JustMarkets menjelaskan, ketidakpastian geopolitik dapat dengan cepat mengubah sentimen pasar karena berdampak langsung pada ekspektasi inflasi, harga energi, hingga arus modal global. Kondisi ini membuat pasar bergerak lebih sensitif terhadap setiap perkembangan politik dan konflik internasional.
“Ketika ketidakpastian meningkat, pasar akan segera menyesuaikan ekspektasi terhadap inflasi, kebijakan bank sentral, dan risiko global,” tulis JustMarkets dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
Di tengah kondisi tersebut, emas tetap menjadi salah satu aset yang paling diburu investor saat terjadi peningkatan risiko. Sebagai aset safe haven, emas cenderung menguat ketika sentimen risiko memburuk karena dinilai lebih stabil dibanding aset berisiko lainnya.
Sementara itu, harga minyak juga menjadi salah satu instrumen yang paling sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Gangguan pasokan, konflik di kawasan strategis, hingga perubahan kebijakan global dapat memicu lonjakan harga dalam waktu singkat.
“Minyak sangat responsif terhadap isu pasokan dan distribusi global, sehingga perubahan geopolitik dapat berdampak cepat pada harga,” papar JustMarkets.
Di pasar forex, ketidakpastian geopolitik biasanya mendorong investor beralih ke mata uang yang dianggap lebih aman seperti dolar AS dan franc Swiss. Hal ini dapat menekan mata uang negara berkembang yang lebih rentan terhadap arus keluar modal.
Kebijakan Bank Sentral