NEW YORK, Detiktoday.com – Indeks-indeks saham Wall Street berhasil bangkit pada perdagangan Kamis (18/6/2026), setelah sehari sebelumnya tertekan oleh sinyal The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Penguatan dipimpin saham-saham teknologi dan semikonduktor yang kembali menjadi buruan investor.
Dikutip dari CNBC internasional, indeks Nasdaq Composite melesat 1,91% ke posisi 26.517,93. Sedangkan S&P 500 melonjak 1,08% dan ditutup di level 7.500,58 dan Dow Jones Industrial Average menguat tipis 72,15 poin (0,14%) menjadi 51.564,70.
Saham produsen chip menjadi motor utama reli pasar. Saham Intel melonjak 10,6% setelah Presiden Amerika Serikat (AS) AS Donald Trump mengumumkan bahwa Intel akan bermitra dengan Apple dalam pengembangan dan desain chip di AS.
Sentimen positif tersebut ikut mengangkat saham-saham semikonduktor lainnya. Nvidia naik sekitar 3%, sementara Micron Technology melesat hampir 9%. Di sisi lain, iShares Semiconductor ETF menguat lebih dari 6%.
Chief Executive Officer The Wealth Alliance Robert Conzo menilai pasar mulai menunjukkan optimisme terhadap potensi kolaborasi antarperusahaan dalam pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Ada optimisme yang lebih besar terhadap kerja sama antarperusahaan karena kebutuhan infrastruktur AI dan dampak AI di berbagai industri,” ujar Conzo.
Menurut dia, kemitraan Apple dan Intel dapat menjadi gambaran awal dari lebih banyak kolaborasi strategis yang mungkin terjadi di masa depan.
Pasar Cerna Sinyal The Fed