Harga Emas Bangkit dari Level Terendah, Ini PenopangnyaHarga Emas Bangkit dari Level Terendah, Ini Penopangnya

Harga Emas Bangkit dari Level Terendah, Ini PenopangnyaHarga Emas Bangkit dari Level Terendah, Ini Penopangnya

Share
Share

Di sisi lain, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 89%, meningkat dari 61% sebelum pertemuan bank sentral AS pekan lalu.

Dari total 19 pejabat The Fed, sembilan di antaranya masih memandang kenaikan suku bunga diperlukan pada tahun ini.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi menjadi faktor yang membatasi kenaikan emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga meningkat karena investor dapat memperoleh return lebih tinggi dari instrumen berbunga.

Sementara itu, Bank of America dalam riset terbarunya menyatakan, target harga emas di level US$ 6.000 per ons troi masih sulit tercapai dalam waktu dekat. Menurut bank investasi tersebut, pasar harus sepenuhnya menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga agar harga emas dapat menembus level tersebut.

Meski demikian, Bank of America menilai faktor utama yang mendukung prospek bullish emas masih tetap berlaku, yakni kebijakan makroekonomi AS yang dinilai tidak konvensional dan berpotensi meningkatkan permintaan aset lindung nilai.

Selain emas, harga perak spot turut menguat 0,28% menjadi US$ 65,1 per ons. Harga platinum naik 0,95% ke level US$ 1.683,1 per ons, sedangkan palladium menguat 0,42% menjadi US$ 1.269,6 per ons.

Share