JAKARTA, Detiktoday.com – Investor asing melanjutkan aksi jual bersih (net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (23/6/2026). Asing banyak menjual saham BMRI, sedangkan BBRI diborong.
Net sell asing di seluruh pasar hari ini sebesar Rp 311,5 miliar. Dengan begitu, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini makin bertambah menjadi Rp 69,6 triliun – berdasarkan data BEI.
Net sell asing terbesar di pasar reguler dialami saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 386,5 miliar.
Selain saham BMRI, asing juga banyak melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Net sell asing pada saham DSSA sebesar Rp 95,4 miliar.
Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencapai Rp 147,5 miliar.
Kemudian, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). Net buy asing pada saham BREN sebesar Rp 126,5 miliar dan TPIA senilai Rp 101,7 miliar.
Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup melemah 15,36 poin (0,25%) ke level 6.101,3. Sebanyak 294 saham naik, 398 saham turun, dan 267 saham stagnan. Total nilai transaksi mencapai Rp 32,9 triliun.
Sejumlah sektor saham menguat pada penutupan pasar hari ini, tertinggi di sektor kesehatan sebesar 3,9%.
Selanjutnya, penguatan juga terjadi di sektor properti 1,5%, sektor barang baku 0,49%, sektor perindustrian 0,4%, sektor barang konsumen primer 0,28%, sektor infrastruktur 0,27%, dan sektor barang konsumen non-primer 0,1%.
Sebaliknya, pelemahan terjadi di sektor teknologi 1%, sektor keuangan 0,62%, sektor energi 0,61%, dan sektor transportasi 0,1%.
Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, mayoritas bursa Asia melemah setelah muncul perkembangan terbaru dalam negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Washington memberikan izin selama 60 hari kepada Teheran untuk menjual minyak di pasar internasional.
Kekhawatiran lain muncul terkait kemungkinan Iran memanfaatkan pendapatan ekspor minyak untuk memperkuat kembali militernya. Presiden AS Donald Trump belum memberikan kepastian bahwa dana hasil penjualan minyak tidak akan digunakan untuk tujuan tersebut.
Dari dalam negeri, pasar masih menunggu keputusan final MSCI terkait status klasifikasi pasar modal Indonesia.