Siti Kalut, Terpaksa Gadai Cincin KawinSiti Kalut, Terpaksa Gadai Cincin Kawin

Siti Kalut, Terpaksa Gadai Cincin KawinSiti Kalut, Terpaksa Gadai Cincin Kawin

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Pandemi Covid-19 tak hanya memukul usaha kecil milik Siti Zulfah, tetapi juga mengguncang perekonomian keluarganya. Saat suaminya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan harus menjalani dua kali operasi paru-paru, Siti terpaksa menggadaikan cincin pernikahan satu-satunya demi membiayai sekolah anak dan kebutuhan hidup keluarga.

Kini, setelah melewati masa-masa sulit tersebut, usaha kuliner yang dirintisnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, kembali berkembang. Bahkan, omzet usahanya meningkat hingga beberapa kali lipat berkat dukungan Program UMiMAX (Ultra Mikro Pertamina Aksi) dari PT Pertamina (Persero).

Di Jalan Asem Baris Gang X No. 11, Tebet, Siti mengelola usaha nasi uduk, ayam geprek, serta kopi kekinian yang kini menjadi sumber utama penghasilan keluarganya.

Siti merupakan salah satu penerima manfaat Program UMiMAX, program tanggung jawab sosial Pertamina yang ditujukan untuk membantu masyarakat rentan membangun kembali sumber penghidupan melalui usaha ultra mikro. Program tersebut tidak hanya memberikan bantuan sarana usaha, tetapi juga pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas usaha agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Bantuan itu datang ketika kondisi keluarganya berada di titik terendah. Sebelumnya, pandemi Covid-19 membuat usaha nasi uduk dan ayam geprek yang selama ini menopang kebutuhan rumah tangga terdampak signifikan. Pada saat yang hampir bersamaan, suaminya kehilangan pekerjaan akibat PHK.

Kesulitan keluarga semakin berat ketika suaminya didiagnosis menderita penyakit paru-paru yang mengharuskannya menjalani dua kali operasi. Selama masa pengobatan, Siti harus mendampingi suaminya ke rumah sakit sehingga usahanya terpaksa berhenti beroperasi cukup lama.

“Awalnya usaha saya hanya nasi uduk ayam geprek. Karena waktu itu terdampak pandemi Covid. Dan suami kena PHK. Lalu berlanjut dia sakit. Penyakit paru-paru dan harus di operasi sampai dua kali,” kata Siti saat ditemui di tempat usahanya, baru-baru ini.

Ketika pemasukan keluarga hampir tidak ada, kebutuhan hidup tetap harus dipenuhi. Anak-anaknya harus tetap bersekolah dan biaya pengobatan suami terus mengalir. Dalam kondisi tersebut, Siti mengaku sempat kebingungan mencari jalan keluar.

“Akhirnya mau gak mau saya menggadaikan cincin pernikahan saya satu-satunya. Dan mencari pinjaman ke sanak keluarga. Agar anak saya bisa sekolah lagi,” ujarnya.

Bagi Siti, cincin pernikahan yang digadaikan bukan sekadar perhiasan. Benda itu menjadi simbol perjuangan keluarga saat menghadapi masa-masa paling sulit. Selama hampir dua tahun, ia hanya berharap suatu saat dapat menebus kembali cincin tersebut.

Tibalah titik balik pada 2025 ketika Siti memperoleh informasi mengenai Program UMiMAX Pertamina. Ia ditawari mengikuti program pengembangan usaha kopi kekinian. Meski belum pernah membuat kopi ala kafe, ia memberanikan diri mengikuti proses seleksi karena melihat peluang untuk memulai usaha kembali.

“Awalnya saya ragu karena saya belum pernah kan. Tapi karena kata pembinanya nanti akan ada bimbingan cara membuatnya. Di situ saya termotivasi,” kata Siti.

Setelah dinyatakan lolos, Siti mendapatkan bantuan berupa gerobak usaha, peralatan pendukung, perlengkapan penyajian, hingga bahan baku untuk memulai usaha kopi kekinian.

“Akhirnya setelah bantuan itu datang. Saya sempat kaget. Karena saya pikir bantuan itu hanya gerobaknya saja. Gak taunya semuanya dapat paket komplit. Ada termos esnya, ada termos air panasnya, gelas-gelasnya, tutupnya. Sampai bahan baku kopinya itu dapet,” ujar Siti.

Selain bantuan sarana usaha, Siti juga memperoleh pelatihan pembuatan berbagai menu kopi modern. Ia dibimbing mulai dari teknik dasar penyeduhan, penggunaan takaran bahan, hingga menjaga konsistensi rasa agar sesuai dengan selera konsumen.

“Selama pelatihannya itu dibimbingnya sangat telaten. Ini loh caranya kalau bikin hot americano tuh kayak gini. Kasih air sekian. Ada takeran-takerannya pun sampai dikasih tahu,” katanya.

Nasib Cincin Siti

Share