JAKARTA, Detiktoday.com – Kalangan pakar mulai menurunkan proyeksi harga emas hingga akhir tahun 2026.
Dikutip dari Kitco News, Kamis (25/6/2026), para analis ING kini memperkirakan rata-rata harga emas akan mencapai US$ 4.300 pada kuartal ketiga dan US$ 4.600 per troy ounce pada kuartal keempat 2026.
Perkiraan tersebut menandai penurunan dari proyeksi harga emas sebelumnya sebesar US$ 4.850 dan US$ 5.000. ING menjelaskan, penurunan proyeksi dilakukan imbas reaksi pasar terhadap ekspektasi pengetatan kebijakan moneter Federal Reserve.
Sementara itu, bank investasi ternama asal Amerika Serikat, Goldman Sachs juga memangkas target harga emas menjadi US$ 4.900 per troy ounce untuk akhir tahun 2026 dari sebelumnya US$ 5.400 per troy ounce. Revisi ini mencerminkan pandangan yang lebih hati-hati terhadap prospek jangka pendek logam mulia.
Senada dengan itu, bank ternama asal Jerman, yakni Deutsche Bank juga memangkas proyeksi harga emas untuk semester kedua tahun 2026 seiring menyusutnya permintaan imbas kekhawatiran investor terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve.
“Penetapan ulang inflasi The Fed, bersama dengan data makro AS yang tangguh, telah memainkan peran utama dalam mendorong harga emas turun,” ungkap Michael Hsueh, analis riset di Deutsche Bank dalam sebuah catatan riset, dikutip dari Kitco News.
Deutsche Bank kini memproyeksi rata-rata harga emas akan berkisar di level US$ 4.300 per troy ounce pada kuartal ketiga 2026. Prediksi itu direvisi turun lebih dari 22% dari prospek sebelumnya.
Bank tersebut memprediksi harga emas bisa rebound ke level US$ 4.800 per troy ounce pada kuartal keempat.