JAKARTA, Detiktoday.com – Tren pembelian emas di antara bank-bank sentral global terus berlanjut, dengan melihat pergerakan harga emas saat ini sebagai peluang melakukan aksi beli.
Dikutip dari Kitco News, Sabtu (11/7/2026), Bank Nasional Polandia (NBP) telah menjadi salah satu pembeli paling aktif di pasar emas.
“Kami secara konsisten membeli emas, memanfaatkan penurunan harga baru-baru ini,” kata Gubernur NBP, Adam Glapiński dalam sebuah konferensi pers. Ia mengungkapkan bahwa NBP telah membeli 82 ton emas selama tahun 2026.
Dalam keterangan terpisah melalui unggahan media sosial, Analis Senior untuk EMEA di World Gold Council, Krishan Gopaul memperkirakan bahwa, berdasarkan data cadangan saat ini Polandia membeli sekitar 19 ton emas pada Juni 2026.
Polandia tetap menjadi pembeli emas yang konsisten karena harga telah turun hampir 30% dari rekor tertingginya pada akhir Januari. Pada bulan Juni, logam mulia tersebut mencatatkan penurunan bulanan terbesar sejak tahun 2008 selama Krisis Keuangan Global.
“Ini bukan perlombaan atau pembelian yang dilakukan hanya untuk sekadar membeli. Ada kesadaran mendalam akan peran negara dalam memastikan keamanan Polandia dan rakyat Polandia dalam segala keadaan, termasuk masa perang, yang tentu saja tidak kita harapkan,” kata Glapiński terkait pembelian emas bank sentral.
Diketahui, Polandia telah menjadi pembeli emas terbesar di antara bank sentral global setelah meningkatkan cadangan emasnya lebih dari 100 ton 2025 lalu, dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target serupa tahun ini.
Glapiński juga menegaskan kembali tujuan NBP untuk mengakumulasi 700 ton emas. Bank sentral tersebut saat ini memiliki 632,4 ton emas, dengan sekitar 100 ton diantaranya disimpan di Polandia. Sisa cadangannya disimpan di London dan New York.
Bulan lalu, harga emas turun 11,74% setelah Federal Reserve memberi sinyal bahwa kebijakan moneter berpeluang diperketat lebih lanjut sebelum akhir tahun. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, sentimen bank sentral menunjukkan bahwa peran emas sebagai alat diversifikasi portofolio terus lebih besar daripada biaya peluang yang meningkat.
Adapun survei yang dilakukan oleh World Gold Council (WGC) dan Official Monetary and Financial Institutions Forum (OMFIF) menunjukkan bahwa bank sentral tetap sangat positif terhadap tren akuisisi emas meskipun kenaikan harga mencapai rekor tertinggi.
Menurut WGC, 45% bank sentral berencana untuk meningkatkan kepemilikan emas mereka selama 12 bulan ke depan, sementara hampir 90% memperkirakan cadangan emas resmi global akan terus tumbuh.