Tuti Turimayanti: Perpustakaan Harus Jadi Ruang Belajar yang Dekat dengan Masyarakat

Share
Share

Detiktoday.com – Momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tuti Turimayanti, SE. Ia mendorong penguatan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Tuti menilai keberadaan perpustakaan tidak boleh dipandang sebatas tempat menyimpan maupun meminjam buku. Perpustakaan memiliki fungsi strategis dalam menyediakan sumber pengetahuan sekaligus membantu masyarakat memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat mendapatkan informasi. Kondisi tersebut membuat perpustakaan perlu menghadirkan layanan yang lebih adaptif tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pusat literasi.

“Perpustakaan harus terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, bertukar informasi, dan mengembangkan pengetahuan,” kata Tuti.

Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak usia anak-anak. Menurut Tuti, keluarga dan sekolah dapat menjadi lingkungan pertama yang memperkenalkan aktivitas membaca sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.

Tuti juga meminta perhatian terhadap ketersediaan bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan anak dan generasi muda. Akses terhadap bacaan berkualitas dinilai dapat membantu meningkatkan wawasan sekaligus membentuk kemampuan berpikir kritis.

“Kalau budaya membaca tumbuh sejak dini, anak-anak akan memiliki bekal yang lebih kuat untuk memahami berbagai informasi dan menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Selain memperbanyak koleksi, Tuti mendorong pengelola perpustakaan meningkatkan kualitas pelayanan. Pemanfaatan teknologi digital, kemudahan akses informasi, serta penyediaan ruang yang nyaman dapat menjadi langkah untuk meningkatkan minat masyarakat mengunjungi perpustakaan.

Ia menilai perpustakaan juga dapat dikembangkan sebagai ruang interaksi masyarakat. Berbagai kegiatan seperti diskusi, pelatihan, kelas membaca, hingga aktivitas edukatif bagi anak dan remaja dapat memperluas manfaat perpustakaan.

Tuti berharap Hari Kunjung Perpustakaan tidak sekadar menjadi peringatan tahunan. Momentum tersebut, kata dia, perlu dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat kembali menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

“Literasi harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendorong orang gemar membaca,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan budaya literasi akan memberikan dampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Karena itu, penguatan perpustakaan perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat Jawa Barat yang berpengetahuan, kritis, dan mampu menyikapi arus informasi secara bijak.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *