Harga Emas Tergelincir Buntut Rilis Data Konsumen AS

Ada Aksi Timbun Emas Besar-besaran

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Bank sentral China atau dikenal sebagai People’s Bank of China (PBOC) mencatat peningkatan cadangan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun pada Juni 2026. Ini menandai kenaikan akumulasi logam mulia PBOC selama 20 bulan berturut-turut.

Dikutip dari Kitco News, Rabu (8/7/2026) cadangan emas bank sentral China kini mencapai 75,44 juta troy ounce pada akhir Juni 2026, dibandingkan dengan 74,96 juta pada bulan sebelumnya.

Jumlah tersebut menandai peningkatan sebesar 480.000 ons, setara dengan hampir 15 ton metrik, menandai penambahan emas bulanan terbesar PBOC sejak Oktober 2023, ketika kepemilikan meningkat sebesar 740.000 ons, menurut data resmi.

Namun, nilai cadangan emas negara tersebut menurun, mencapai US$ 303,72 miliar pada akhir bulan lalu, turun dari US$ 340,75 miliar pada Mei 2026.

Kenaikan cadangan emas PBOC terjadi di tengah tren penurunan tajam harga emas dunia hingga 11,65% pada Juni 2026, yang juga sempat menembus level US$ 4.000 per troy ounce.

Sebelumnya, World Gold Council (WGC) melaporkan bahwa cadangan bersih emas bank sentral global telah meningkat sebesar 41 ton pada Mei 2026.

“Bank sentral kembali dalam mode pembelian (emas) pada bulan Mei dan sedikit lebih bersemangat,” ungkap Kepala Riset Senior APAC di WGC, Marissa Salim.

“Seperti yang dipublikasikan dalam Survei Cadangan Emas Bank Sentral kesembilan kami tahun 2026, 89% bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. Sementara itu, rekor tertinggi 45% bankir sentral memperkirakan cadangan emas lembaga mereka akan meningkat selama 12 bulan ke depan,” paparnya.

Share