JAKARTA, Detiktoday.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp 271 triliun pada semester I-2026. Jika dibandingkan dengan realisasi PNBP pada semester I-2025 maka tercatat pertumbuhan sebesar 21,6%.
“PNBP hingga semester I- 2026 terealisasi sebesar Rp 271 triliun atau 59% dari target APBN 2026. Capaian tersebut tumbuh sebesar 21,6% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 222,9 triliun,” ungkap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (7/7/2026).
Dia mengatakan, peningkatan realisasi PNBP terjadi karena disokong oleh kinerja pendapatan sumber daya alam (SDA), serta peningkatan penerimaan PNBP kementerian/lembaga (K/L) dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU). dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa (7/7/2026).
Kinerja pendapatan SDA migas mencapai Rp 60,7 triliun atau terjadi pertumbuhan 24,3% secara tahunan.
“Hal ini didukung oleh kenaikan ICP (Indonesia Crude Price), kenaikan lifting periode Desember – Mei, serta pelemahan nilai tukar rupiah,” terang Purbaya.
Realisasi pendapatan SDA nonmigas mencapai Rp 81,5 triliun atau tumbuh 21,4% secara tahunan. Hal ini terjadi karena didukung oleh kenaikan harga mineral acuan, khususnya komoditas nikel, tembaga, emas, dan perak. Sementara itu, realisasi pendapatan kekayaan negara dipisahkan hanya mencapai Rp 1,5 triliun atau terjadi kontraksi hingga 87,4% secara tahunan.
“Pendapatan kekayaan negara dipisahkan menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya terutama disebabkan oleh tidak terulangnya setoran dividen BUMN Perbankan yang pengelolaannya telah dialihkan ke BPI (Badan Pengelola Investasi) Danantara,” kata Purbaya.
Selanjutnya, realisasi PNBP K/L mencapai Rp 78,7 triliun atau tumbuh 20,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini terjadi melalui peningkatan pendapatan jasa komunikasi dan informatika serta pendapatan penegakan hukum, termasuk hasil kinerja Satgas PKH. Pendapatan BLU mencapai Rp 48,6 triliun atau tumbuh 20,4% secara tahunan.
“Pertumbuhan pendapatan BLU didorong oleh peningkatan layanan kesehatan serta kenaikan harga dan tarif pungutan ekspor CPO (Crude Palm Oil) sawit dan turunannya,” terang dia.
Kemenkeu memperkirakan realisasi PNBP pada akhir tahun 2026 akan mencapai Rp 575,1 triliun. Realisasi PNBP diperkirakan mencapai 125,2% dari target yang sebesar Rp 459,2 triliun. Kinerja PNBP didukung oleh peningkatan layanan pemerintah dan kinerja BLU, meskipun penerimaan SDA masih dipengaruhi volatilitas harga komoditas serta perubahan kebijakan dividen BUMN.