Siap-siap Harga Emas Bisa Tembus Segini

Ahli Prediksi Harga Emas Bisa Melejit ke Level Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Ahli komoditas kembali mengeluarkan proyeksi optimis pada harga emas dunia, setelah pasar bergerak ke momentum positif.

Momentum itu ditandai dengan harga emas yang mencapai level resistensi baru di US$ 4.700 per troy ounce. 

Dikutip dari Kitco News, Kamis (7/5/2026) Ahli Strategi Komoditas Logam dan Pertambangan di Morgan Stanley Research, Amy Gower mempertahankan proyeksinya bahwa harga emas di akhir tahun 2026 akan mencapai US$ 5.200 per troy ounce, atau naik sekitar 10% dari harga saat ini.

Gower mengatakan, ia tidak terkejut melihat harga emas terus berfluktuatif dalam beberapa bulan terakhir meskipun ketidakpastian geopolitik meningkat akibat perang di Timur Tengah.

“Dengan konflik yang memicu guncangan pasokan energi yang telah mengurangi harapan penurunan suku bunga AS, tidak mengherankan jika emas kesulitan berfungsi sebagai aset aman kali ini,” kata Amy Gower.

“Sensitivitas emas terhadap kebijakan moneter telah menjadi pendorong harga utama. Hal ini telah menutupi statusnya sebagai aset safe haven dan mengurangi efektivitasnya sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi. Harga emas tidak hanya mencerminkan dampak dari suatu peristiwa tertentu, tetapi yang lebih penting, respons kebijakan yang mengikutinya,” jelasnya.

Lonjakan harga minyak yang meningkatkan tekanan inflasi telah mendorong Federal Reserve untuk mengevaluasi kembali kebijakan pelonggaran moneter. Morgan Stanley masih bertaruh pada setidaknya satu penurunan suku bunga tahun ini, yang akan mendukung harga emas melanjutkan kenaikan.

“Emas kemungkinan akan tetap sensitif terhadap imbal hasil riil, tetapi kami melihat ruang untuk kenaikan lebih lanjut,” ungkap Gower.

Morgan Stanley memperkirakan satu penurunan suku bunga pada Januari diikuti oleh penurunan suku bunga lainnya pada Maret 2027.

“Ini seharusnya menguntungkan emas, dengan keputusan pembelian ETF yang sangat sensitif terhadap sinyal kebijakan dan emas sekarang menyesuaikan diri dengan suku bunga riil,” ucap Gower.

Sebagaimana ditunjukkan oleh volatilitas pasar saat ini, menurut Gower, masa depan emas bergantung pada perkembangan terkait konflik di Timur Tengah. 

Share