Ada Aksi Timbun Emas Besar-besaran

Ahli Sebut Harga Emas Bisa Terus Merosot ke Level Ini

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.comHarga emas dunia kembali mengalami penurunan hingga 2% pada Senin (4/5/2026), karena meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang mendorong penguatan dolar AS dan memperkuat kekhawatiran inflasi;

Dikutip dari CNBC internasional, Selasa (5/5/2026), harga emas spot turun 2,6% menjadi US$ 4.524,4 per ons pada Senin sore (4/5) waktu AS, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 2,4% menjadi US$ 4.533,3.

Kalangan ahli memproyeksikan harga emas bisa turun lebih dalam selama beberapa waktu ke depan. Meskipun emas berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, logam mulia tersebut dinilai telah kehilangan daya tariknya seiring prospek suku bunga tinggi, karena tidak menawarkan imbal hasil.

“Saya melihat level support yang kuat di sekitar US$ 4.200 untuk harga emas. Saya pikir ada isu-isu yang lebih luas di akhir tahun yang dapat mendukung harga. Namun, ketidakpastian dan kemungkinan kenaikan suku bunga dapat mendorong beberapa pedagang untuk keluar dari posisi dalam jangka pendek,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek.

“Berita terbaru jelas tidak memberikan kepercayaan kepada pasar bahwa semuanya akan baik-baik saja dan sekali lagi menimbulkan kekhawatiran tentang masalah inflasi, bersamaan dengan sinyal yang cukup agresif kepada pasar mengenai suku bunga,” tutur dia.

Harga emas melemah setelah Iran menyerang beberapa kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak UEA, ketika upaya Presiden Donald Trump untuk menggunakan Angkatan Laut AS untuk membebaskan jalur pelayaran memicu eskalasi besar sejak gencatan senjata diumumkan bulan lalu.

Penguatan dolar AS dan harga minyak brent melonjak lebih dari 5% menyusul berita tersebut. Mata uang AS yang lebih kuat membuat logam yang dipatok dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Share