Pakar Bocorkan Strategi Investasi Emas

Aksi Beli Emas Mulai Direm

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Tren aksi beli emas mulai melambat di tengah gejolak geopolitik yang mengguncang pasar komoditas logam mulia, terutama pergerakan harga emas.

Dikutip dari Mining.com, Minggu (26/4/2026), perlambatan aksi beli emas salah satunya terjadi di Swiss, di mana bank sentral negara itu menyatakan tidak berencana untuk mengubah tingkat cadangan emas.

Langkah tersebut diumumkan oleh Ketua Dewan Direksi Bank Nasional Swiss (SNB), Martin Schlegel, dalam rapat pemegang saham bank sentral pekan ini.

SNB memiliki 1.040 ton emas di mana 70% di antaranya disimpan di Swiss dan 30% di luar negeri, kata Schlegel.

“Kami tidak berencana untuk menambah atau mengurangi kepemilikan emas kami. Terutama selama tahun lalu, emas tentu saja berkinerja baik dalam konteks portofolio,” kata Schlegel dalam pernyataannya.

“Keuntungan tahun lalu sebagian besar didorong oleh harga emas. Itu berarti masuk akal untuk memegang sebagian emas dari perspektif diversifikasi juga,” tambahnya.

Meski demikian, pembelian emas oleh bank sentral memulai tren baru di kawasan lain. Bank sentral Uganda mengatakan bahwa pihaknya telah mulai membeli emas dari produsen dalam negeri, di bawah program pemerintah tentang pemasukkan emas batangan sebagai bagian dari cadangan devisa negara.

Bank of Uganda ( BoU) mengungkapkan bahwa pembelian emas pertama dilakukan pada 17 April lalu. Namun, bank sentral itu tidak memberikan rincian tentang nilai logam mulia yang dibeli tersebut.

BoU bergabung dengan bank sentral lain di Afrika seperti Kenya dan Republik Demokratik Kongo yang juga telah mengumumkan langkah-langkah mendiversifikasi cadangan dengan membeli emas.

Share