Aksi Petrosea (PTRO) di Tolu Minerals

Aksi Petrosea (PTRO) di Tolu Minerals

Share
Share

Tolukuma Gold Mine project (TGM). (Foto: Tolu Minerals Limited)

JAKARTA, Detiktoday.com – PT Petrosea Tbk (PTRO) telah menyelesaikan proses penawaran (binding offer) dengan Tolu Minerals Limited terkait investasi pada instrumen surat utang yang dapat dikonversi menjadi saham (convertible note) yang akan diterbitkan oleh Tolu Minerals.

Dengan selesainya proses tersebut, Petrosea memiliki convertible note senilai Aus$ 23,75 juta atau setara Rp 293 miliar. Kepemilikan surat utang itu memberikan hak kepada Petrosea untuk konversi menjadi 14.615.385 saham baru dengan harga Aus$ 1,625 per saham.

Investasi pada convertible note Tolu Minerals juga membuka peluang kemitraan operasional. Emiten berkode saham PTRO tersebut menjajaki berbagai skema komersial dalam penyediaan jasa pertambangan, serta layanan pendukung lainnya bagi proyek Tolu Minerals.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Petrosea ke kawasan Papua Nugini, sekaligus memperkuat diversifikasi portofolio ke komoditas emas yang memiliki prospek jangka panjang. Kami melihat peluang sinergi yang kuat seiring dengan rencana pengembangan proyek Tolu menuju fase produksi,” kata Presiden Direktur Petrosea (PTRO), Michael dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Tolu Minerals Limited merupakan perusahaan eksplorasi dan pengembangan emas & tembaga di Papua Nugini, yang sahamnya tercatat di Australian Securities Exchange (ASX).

Saat ini, Tolu Minerals mengoperasikan Tambang Emas Tolukuma dengan target untuk mencapai produksi dalam jangka pendek. Selain itu, Tolu juga memiliki portofolio proyek eksplorasi yang prospektif dan signifikan di kawasan Pacific Ring of Fire, wilayah yang dikenal memiliki potensi mineralisasi tinggi, khususnya emas dan tembaga.

Sementara itu, PTRO sebagai perusahaan multidisiplin terkemuka dengan rekam jejak lebih dari lima dekade menghadirkan layanan terpadu yang mencakup seluruh mata rantai dari hulu hingga hilir, mulai dari EPC, pertambangan, EPCI lepas pantai, hingga logistik untuk industri pertambangan serta minyak & gas di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Share