JAKARTA, Detiktoday.com – Bank investasi asal Swiss, UBS memperkirakan permintaan emas di kalangan bank sentral akan terus meningkat. Aksi timbun emas itu diprediksi berlangsung setidaknya hingga akhir tahun ini.
“Kami memperkirakan bank-bank sentral akan membeli 750-1.000 metrik ton emas tahun ini. Permintaan tersebut mungkin tidak akan mendorong harga emas naik tajam dengan sendirinya, tetapi kami percaya hal itu akan memberikan fondasi yang stabil bagi pasar dan membantu mengimbangi permintaan perhiasan dan investasi yang lebih lemah,” ungkap analis komoditas di UBS, Giovanni Staunovo, dikutip dari CNBC International, Minggu (21/6/2026).
Sementara itu, rilis survei tahunan Cadangan Emas Bank Sentral yang dilakukan oleh World Gold Council mengungkapkan bahwa penyimpanan emas oleh bank sentral terus meningkat. WGC juga menemukan bahwa otoritas moneter masih melihat emas sebagai lindung nilai utama terhadap inflasi, guncangan geopolitik, dan risiko mata uang, meskipun terjadi penurunan harga emas baru-baru ini.
WGC mencatat, bank sentral global telah membeli rata-rata 1.000 ton emas per tahun selama empat tahun terakhir. Angka tersebut dua kali lipat lebih besar dari rata-rata pembelian emas selama dekade sebelumnya, menurut survei tersebut.
Hampir sembilan dari 10 bank sentral yang menjadi responden WGC memperkirakan cadangan emas bank sentral global akan meningkat selama tahun depan, sementara 45% memperkirakan kepemilikan mereka sendiri akan tumbuh. Hanya 1% yang memperkirakan cadangan akan menurun.
Survei yang dilakukan antara Februari dan Mei 2026 itu juga menunjukkan bahwa bank sentral kini memilih untuk menyimpan sebagian besar emas mereka di dalam negeri, daripada di brankas yang banyak digunakan, seperti Bank of England atau Federal Reserve Bank of New York.
Adapun survei WGC juga menemukan bahwa 7% responden mengatakan mereka berencana untuk meningkatkan penyimpanan domestik selama tahun depan, sementara 9% memperkirakan akan mendiversifikasi pengaturan penyimpanan luar negeri mereka, naik dari 2% pada survei terakhir.
Kepala pasar di AJ Bell, Dan Coatsworth menilai temuan survei WGC mencerminkan upaya yang lebih luas oleh bank sentral global untuk mengurangi konsentrasi, baik dalam aset mereka maupun di mana mereka menyimpannya.
“Sama seperti investasi apa pun, bijaksana untuk menyebar risiko, dan itu termasuk di mana aset disimpan,” katanya.