Jakarta, Detiktoday.com – Wakil Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, mendorong penyempurnaan sistem penjaminan layanan kesehatan bagi anggota DPR RI, khususnya terkait penanganan penyakit menggunakan teknologi bedah robotik yang hingga kini belum sepenuhnya terakomodasi dalam skema asuransi kesehatan.
“Pada prinsipnya, yang tidak ditanggung asuransi adalah layanan yang berkaitan dengan kebutuhan estetika atau kecantikan. Namun, apabila menyangkut penanganan penyakit, apa pun metode yang digunakan, baik melalui teknologi robotik maupun tindakan medis konvensional, seharusnya dapat dijamin oleh asuransi,” ujar Alex, saat kunjungan kerja BURT DPR RI ke Rumah Sakit Bunda Medical Center Padang, Sumatera Barat, dikutip Kamis (11/6/2026).
Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menyoroti belum masuknya layanan penanganan penyakit berbasis teknologi robotik ke dalam cakupan asuransi kesehatan anggota DPR RI yang dikelola PT Jasindo. Menurutnya, perkembangan teknologi medis harus diikuti oleh kebijakan yang adaptif agar peserta asuransi dapat memperoleh pelayanan kesehatan terbaik.
Alex menilai perlu ada penyempurnaan regulasi sehingga layanan kesehatan berbasis teknologi modern dapat diakses tanpa hambatan administrasi maupun pembiayaan. Dengan demikian, peserta asuransi dapat memperoleh manfaat maksimal dari kemajuan teknologi kedokteran yang terus berkembang.
Selain membahas sistem penjaminan kesehatan, BURT DPR RI juga memberikan apresiasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Bunda Padang. Tingginya jumlah pasien yang datang dinilai menjadi indikator tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit tersebut.
“Kita bisa melihat sendiri banyaknya pasien yang datang. Itu menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan sudah baik. Pasien tentu akan mencari tempat yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi mereka,” ucapnya.
Meski demikian, Alex mengingatkan bahwa perkembangan penyakit dan tantangan kesehatan berlangsung sangat cepat. Karena itu, rumah sakit dituntut untuk terus melakukan transformasi dan modernisasi layanan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
“Ke depan, kami berharap Rumah Sakit Bunda dapat bertransformasi lebih cepat. Perkembangan penyakit berlangsung sangat dinamis sehingga pelayanan kesehatan juga harus terus berinovasi dan beradaptasi,” tuturnya.
Alex juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri. Menurutnya, kemampuan tenaga medis Indonesia tidak kalah dibandingkan tenaga kesehatan di luar negeri sehingga masyarakat perlu semakin yakin memanfaatkan layanan kesehatan nasional.
“Yang paling penting adalah membangun kepercayaan pasien. Sebenarnya kemampuan tenaga medis kita tidak kalah dengan luar negeri. Ketika seseorang datang ke rumah sakit, mereka harus yakin bahwa rumah sakit mampu memberikan solusi atas masalah kesehatan yang dihadapi,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Bunda Padang, Helgawati, menjelaskan pihaknya terus melakukan ekspansi layanan dan peningkatan fasilitas untuk mengikuti perkembangan teknologi kesehatan yang semakin pesat.
“Pelayanan kesehatan tidak mungkin berhenti berkembang. Penyakit terus berkembang, teknologi juga berkembang. Karena itu kami terus melakukan ekspansi dan peningkatan layanan,” ujar Helgawati.
Ia menjelaskan bahwa saat ini Rumah Sakit Bunda Padang memiliki kapasitas 115 tempat tidur dan sedang menambah 59 tempat tidur baru. Dengan tambahan tersebut, kapasitas rumah sakit akan meningkat menjadi 170 tempat tidur yang akan didukung oleh operasional gedung baru mulai 2 Juli 2026.
Sebagai rumah sakit umum yang terus berkembang, RS Bunda Padang kini didukung lebih dari 100 dokter spesialis serta sekitar 500 tenaga kesehatan dan karyawan yang menunjang pelayanan kepada pasien. Menurut Helgawati, sekitar 90 persen pasien yang dilayani merupakan peserta BPJS Kesehatan, sementara rumah sakit juga menyediakan layanan non-BPJS dan layanan eksekutif.
Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah layanan pendamping pasien atau person in charge (PIC) yang bertugas membantu pasien dan keluarga sejak kedatangan hingga seluruh proses pelayanan selesai.
Rumah Sakit Bunda Group juga memperkenalkan teknologi bedah robotik yang menjadi salah satu layanan unggulan dan diklaim sebagai pionir di Indonesia. Teknologi tersebut mulai diterapkan sejak 2012 dan telah digunakan untuk menangani ratusan kasus dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.
Layanan bedah robotik banyak digunakan untuk kasus obstetri dan ginekologi, termasuk penanganan miom serta berbagai tindakan operasi yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. Dengan teknologi tersebut, durasi operasi yang sebelumnya dapat berlangsung hingga delapan jam kini dapat dipangkas menjadi sekitar dua jam.
“Robot bukan menggantikan dokter, tetapi membantu dokter bekerja dengan lebih presisi. Teknologi ini memberikan manfaat besar terutama untuk kasus-kasus yang kompleks dan membutuhkan tingkat ketelitian yang sangat tinggi,” ungkap pihak rumah sakit.
Melalui pengembangan fasilitas, peningkatan kapasitas layanan, serta penerapan teknologi kesehatan modern, Rumah Sakit Bunda Padang berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat maupun peserta asuransi kesehatan anggota DPR RI.