Detiktoday.com, PALI – Keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Di tengah tantangan fiskal dan kondisi wilayah yang beragam, DPPKB tetap berupaya menjalankan berbagai program strategis yang berfokus pada pengendalian penduduk, percepatan penurunan stunting, serta penguatan ketahanan keluarga.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala DPPKB Kabupaten PALI, Maryono, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/6/2026). Menurutnya, berbagai keterbatasan yang ada justru menjadi tantangan untuk menghadirkan program yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berbasis kolaborasi.
Salah satu perhatian utama DPPKB saat ini adalah percepatan penurunan angka stunting. Maryono mengakui stunting merupakan persoalan yang kompleks karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi sanitasi, kualitas hunian, pola asuh keluarga, hingga pernikahan usia dini.
Karena itu, penanganannya tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. DPPKB terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah desa, dunia usaha, BUMN, serta organisasi masyarakat guna memastikan intervensi dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami bergerak dengan sistem kemitraan yang luas. Di lapangan, kami menggandeng pemerintah desa yang telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan stunting. Kami juga mengajak perusahaan swasta dan BUMN untuk berpartisipasi melalui bantuan yang berkesinambungan setiap tahun,” ujar Maryono.
Selain itu, DPPKB berperan menyediakan data hasil verifikasi lapangan yang dilakukan para penyuluh keluarga berencana. Data tersebut kemudian menjadi dasar bagi perangkat daerah terkait untuk melakukan intervensi, termasuk program perbaikan rumah tidak layak huni dan peningkatan sanitasi lingkungan.
Untuk pemantauan tumbuh kembang balita, DPPKB bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui optimalisasi Posyandu serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari kader KB, kader PKK, dan tenaga kesehatan. Tim ini bertugas melakukan pendampingan serta deteksi dini terhadap keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Upaya penguatan keluarga juga dilakukan melalui berbagai program pembinaan. Melalui Bina Keluarga Balita (BKB), masyarakat diberikan edukasi mengenai pola asuh anak yang baik dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang balita. Program ini terintegrasi dengan kegiatan Posyandu dan PAUD sehingga pembinaan kepada orang tua dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, melalui Bina Keluarga Remaja (BKR), DPPKB aktif memberikan edukasi kepada remaja dan orang tua melalui Sekolah Siaga Keluarga serta program Rumah Cinta. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mencegah pernikahan dini, meningkatkan kualitas komunikasi keluarga, serta membangun karakter generasi muda.
Perhatian juga diberikan kepada kelompok lanjut usia melalui program Sekolah Lansia. Menurut Maryono, program tersebut bertujuan menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial para lansia agar tetap aktif, produktif, dan mandiri.
“Kami ingin para lansia di PALI tetap produktif, ceria, dan menikmati masa tuanya dengan kualitas hidup yang baik. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran dan pemberdayaan, mereka tetap dapat berkontribusi di lingkungan masing-masing,” katanya.
Di tengah penyesuaian anggaran yang terjadi, DPPKB memilih memfokuskan sumber daya pada program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Efisiensi dilakukan pada sejumlah kegiatan operasional, sementara pelayanan penyuluhan, pendampingan keluarga, pengembangan Kampung KB, dan program penurunan stunting tetap menjadi prioritas utama.
Menurut Maryono, keberhasilan pembangunan keluarga tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia. Dengan kolaborasi, inovasi, dan pemanfaatan sumber daya yang tepat, berbagai program tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui langkah tersebut, DPPKB Kabupaten PALI berupaya memastikan pembangunan keluarga tetap berjalan, sekaligus mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, sejahtera, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik di masa mendatang.