JAKARTA, Detiktoday.com – Aksi timbun emas oleh bank sentral semakin meluas, salah satunya di negara produsen logam mulia terbesar di Afrika.
Dikutip dari Mining, Selasa (26/5/2026), Bank Sentral Ghana mengatakan pihaknya berencana untuk meningkatkan pembelian emas dari produsen domestik hingga 30% dari produksi mereka mulai 1 Juni mendatang.
Sebelumnya, Ghana hanya membeli 20% hasil produksi emas dari tambang domestik.
Bank Ghana, yang selama ini membeli 20% emas olahan dari perusahaan pertambangan dengan cedis untuk cadangannya, telah menyelesaikan negosiasi untuk menaikkan angka tersebut menjadi 30% dari emas mentah atau emas doré mereka, kata Paul Bleboo, kepala manajemen emas di bank sentral Ghana.
Bleboo menerangkan, keputusan untuk beralih ke emas doré diyakini akan membantu meningkatkan kapasitas pengolahan lokal dan penciptaan lapangan kerja.
Dia menambahkan bahwa produsen juga telah menyetujui diskon harga sebesar emas 0,6%.
Gold Coast Refinery yang berbasis di Accra, Ghana akan mengolah emas doré menjadi emas olahan sebelum dikirim ke Rand Refinery yang berbasis di Afrika Selatan untuk sertifikasi di London Bullion Market Association (LBMA).
Berawal pada tahun 2022, pihak berwenang Ghana menginstruksikan perusahaan pertambangan, termasuk Gold Fields Ltd. dari Afrika Selatan, AngloGold Ashanti Plc yang berbasis di Inggris, dan perusahaan pertambangan asal Amerika, Newmont Corp untuk mulai menjual sebagian hasil produksi emas mereka ke bank sentral guna membantu meningkatkan cadangan dan mendukung mata uang lokal.