Jakarta, Detiktoday.com – DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi memulai proses seleksi pemain berbakat untuk memperkuat tim dalam ajang bergengsi Soekarno Cup 2026.
Proses seleksi yang dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Ragunan ini menjadi bukti nyata komitmen partai dalam pembinaan atlet muda secara berkelanjutan.
Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Adiyoga Nusyirwan, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar turnamen musiman. Sebaliknya, ini adalah langkah konkret partai dalam mengembangkan potensi atlet usia di bawah 17 tahun (U-17) di ibu kota.
Baca: Mengenal Sosok Ganjar Pranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
”Ini adalah tahapan awal untuk memaksimalkan potensi pemuda kita. Kami fokus pada kategori U-17 karena mereka adalah masa depan sepak bola Indonesia,” ujar Adiyoga di sela-sela peninjauan seleksi, Rabu (29/4).
Mengacu pada rekam jejak sejarah Bung Karno, PDI Perjuangan memandang olahraga sebagai instrumen vital untuk pembentukan karakter bangsa (nation and character building). Sebagaimana Bung Karno menyatukan bangsa-bangsa dunia melalui Asian Games 1962 dan GANEFO, seleksi Soekarno Cup ini bertujuan menanamkan nilai:
– Sportivitas dalam kompetisi.
– Kepemimpinan di dalam dan luar lapangan.
– Gotong royong sebagai fondasi tim.
Di tengah tantangan era digital dan ancaman masalah sosial seperti tawuran hingga narkoba, olahraga dipandang sebagai solusi preventif yang paling efektif. Adiyoga menambahkan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab moral untuk membangun masyarakat secara utuh.
”Kami ingin memberikan ruang kreatif bagi anak muda agar terhindar dari kegiatan negatif. Melalui sepak bola, kita bangun mentalitas yang sehat,” imbuhnya.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Sistem seleksi ini dilakukan secara transparan dan terbuka bagi seluruh pemuda di DKI Jakarta. Sesuai regulasi pusat, komposisi tim akan didominasi oleh talenta U-17, dengan tambahan beberapa pemain senior untuk memperkuat kedalaman strategi tim.
Tidak hanya berhenti di sepak bola, PDI Perjuangan juga membuka peluang untuk menggelar turnamen di cabang olahraga lain di masa depan, menyesuaikan dengan animo masyarakat. Namun, sepak bola tetap menjadi prioritas utama karena memiliki akar sejarah yang kuat dan minat publik yang sangat luas.
”Dengan sistem seleksi terbuka ini, talenta muda dari seluruh wilayah Jakarta memiliki peluang yang sama. Kami ingin mencetak pemuda yang sportif, berjiwa pemimpin, dan tetap menjunjung tinggi rasa kekeluargaan,” tutup Adiyoga.