JAKARTA, Detiktoday.com – Analis di Barclays memproyeksikan harga emas dunia bisa kembali menanjak ke level di atas US$ 4.800 per troy ounce pada 2026 dan US$ 4.900 per troy ounce pada 2027.
Dikutip dari Kitco News, Rabu (17/6/2026), bank ternama asal Inggris tersebut memperkirakan harga emas bisa kembali terangkat karena sentimen terkait inflasi AS yang tinggi, ketidakpastian kebijakan moneter, dan permintaan logam mulia yang kuat di antara bank-bank sentral global.
Para analis di Barclays yang dipimpin oleh Lefteris Farmakis dan Themistoklis Fiotakis menyoroti penurunan harga emas selama tiga bulan yang didorong oleh penguatan dolar AS, pasar ekuitas yang sedang memanas, dan pelepasan posisi emas.
Barclays menghitung bahwa kenaikan indeks dolar AS dan reli S&P 500 sebesar 10% menyumbang 10% dari penurunan harga emas, dengan sisanya berasal dari pelepasan posisi di pasar logam.
Namun, Barclays menilai faktor-faktor ini bersifat sementara, dan pendorong struktural harga emas emas tetap bertahan, dan bisa kembali muncul seiring meredanya tekanan geopolitik.
Dalam hitungan Barclays, setiap kenaikan satu poin persentase dalam inflasi AS memberikan kenaikan 5% pada harga emas, dan mereka percaya bahwa dorongan inflasi akibat guncangan energi Iran akan mendukung kenaikan tersebut.
Bank tersebut memperkirakan harga wajar emas saat ini berada di US$ 4.150 per troy ounce.
Namun, untuk tahun 2026 dan 2027, Barclays memproyeksi harga emas masing-masing akan berdiri di US$ 4.791 dan US$ 4.900 per troy ounce, tetapi memperingatkan bahwa mungkin masih ada penurunan nilai pasar jangka pendek.