BBRI hingga PANI Jadi Saham Pilihan Semester II, Potensi Naik Sampai 66%BBRI hingga PANI Jadi Saham Pilihan Semester II, Potensi Naik Sampai 66%

BBRI hingga PANI Jadi Saham Pilihan Semester II, Potensi Naik Sampai 66%BBRI hingga PANI Jadi Saham Pilihan Semester II, Potensi Naik Sampai 66%

Share
Share

Kiwoom Sekuritas mengungkapkan, terdapat 9 saham yang siap menyambut peluang re-rating. Potensi kenaikan harga sahamnya berkisar 26% hingga 66% jika mengacu pada harga terakhir. Berikut adalah daftarnya:

1. Vale Indonesia (INCO)

Target harga Rp 6.300, potensi kenaikan 37,5%.

– INCO diuntungkan oleh tren harga nikel global yang tetap resilien.

– Penyelesaian smelter HPAL INCO di Morowali dan Pomalaa ditargetkan tahun ini.

2. Antam (ANTM)

Target harga Rp 4.800, potensi kenaikan 63,8%.

– Harga jual rata-rata (ASP) ANTM pada kuartal I-2026 menguat di segmen emas, nikel, dan bauksit.

– Emas tetap menjadi pendorong utama laba ANTM.

– Memiliki rasio pembayaran dividen yang relatif tinggi.

3. Pantai Indah Kapuk Dua (PANI)

Target harga Rp 9.925, potensi kenaikan 66%.

– Tingkat utilisasi NICE convention center mulai meningkat.

– PANI memiliki cadangan lahan besar dengan valuasi premium.

– Rekam jejak marketing sales PANI yang kuat.

– Pembukaan Hotel Hilton ditargetkan pada 2027.

4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)

Target harga Rp 3.600, potensi kenaikan 32,8%.

Buyback senilai Rp 500 miliar menjadi sinyal bahwa saham BBRI undervalued.

– BBRI memiliki kepemimpinan kuat di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dana murah, serta permodalan yang solid.

– Pertumbuhan kredit BBRI diperkirakan berakselerasi pada semester II-2026.

5. Dayamitra Telekomunikasi (MTEL)

Target harga Rp 705, potensi kenaikan 43,8%.

– Merger PST-UMT memperluas bisnis MTEL ke internet service provider (ISP), internet of things (IoT), dan infrastruktur digital.

Buyback saham MTEL senilai Rp 2,98 triliun menjadi sinyal keyakinan manajemen.

6. Jasa Marga (JSMR)

Target harga Rp 3.850, potensi kenaikan 40,5%.

– Valuasi JSMR berada di bawah rata-rata historis PBV dan EV/EBITDA.

– Harga saham JSMR berada di area support jangka panjang.

– Fundamental defensif dengan arus kas stabil.

7. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Target harga Rp 3.140, potensi kenaikan 54,6%.

– Pertumbuhan volume dan perbaikan margin JPFA.

– Harga ayam hidup mulai stabil.

– Dampak impor bungkil kedelai diperkirakan terbatas bagi JPFA.

8. Kalbe Farma (KLBF)

Target harga Rp 970, potensi kenaikan 29,3%.

– Pertumbuhan KLBF tetap resilien, ditopang oleh bisnis distribusi, consumer health, dan nutrisi.

– Prinsipal baru dan pertumbuhan ekspor menjadi katalis.

– PER KLBF sebesar 9,4 kali dibandingkan rata-rata historis sebesar 16 kali.

9. Bank Negara Indonesia (BBNI)

Target harga Rp 4.100, potensi kenaikan 26%.

– Pertumbuhan kredit BBNI solid, disertai peningkatan imbal hasil kredit.

– NIM BBNI 2026 ditargetkan berkisar 3,5-3,8%.

– LDR BBNI berada di 83,5%, dengan cost of funds stabil.

Share