Kiwoom Sekuritas mengungkapkan, terdapat 9 saham yang siap menyambut peluang re-rating. Potensi kenaikan harga sahamnya berkisar 26% hingga 66% jika mengacu pada harga terakhir. Berikut adalah daftarnya:
1. Vale Indonesia (INCO)
Target harga Rp 6.300, potensi kenaikan 37,5%.
– INCO diuntungkan oleh tren harga nikel global yang tetap resilien.
– Penyelesaian smelter HPAL INCO di Morowali dan Pomalaa ditargetkan tahun ini.
2. Antam (ANTM)
Target harga Rp 4.800, potensi kenaikan 63,8%.
– Harga jual rata-rata (ASP) ANTM pada kuartal I-2026 menguat di segmen emas, nikel, dan bauksit.
– Emas tetap menjadi pendorong utama laba ANTM.
– Memiliki rasio pembayaran dividen yang relatif tinggi.
3. Pantai Indah Kapuk Dua (PANI)
Target harga Rp 9.925, potensi kenaikan 66%.
– Tingkat utilisasi NICE convention center mulai meningkat.
– PANI memiliki cadangan lahan besar dengan valuasi premium.
– Rekam jejak marketing sales PANI yang kuat.
– Pembukaan Hotel Hilton ditargetkan pada 2027.
4. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
Target harga Rp 3.600, potensi kenaikan 32,8%.
– Buyback senilai Rp 500 miliar menjadi sinyal bahwa saham BBRI undervalued.
– BBRI memiliki kepemimpinan kuat di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dana murah, serta permodalan yang solid.
– Pertumbuhan kredit BBRI diperkirakan berakselerasi pada semester II-2026.
5. Dayamitra Telekomunikasi (MTEL)
Target harga Rp 705, potensi kenaikan 43,8%.
– Merger PST-UMT memperluas bisnis MTEL ke internet service provider (ISP), internet of things (IoT), dan infrastruktur digital.
– Buyback saham MTEL senilai Rp 2,98 triliun menjadi sinyal keyakinan manajemen.
6. Jasa Marga (JSMR)
Target harga Rp 3.850, potensi kenaikan 40,5%.
– Valuasi JSMR berada di bawah rata-rata historis PBV dan EV/EBITDA.
– Harga saham JSMR berada di area support jangka panjang.
– Fundamental defensif dengan arus kas stabil.
7. Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)
Target harga Rp 3.140, potensi kenaikan 54,6%.
– Pertumbuhan volume dan perbaikan margin JPFA.
– Harga ayam hidup mulai stabil.
– Dampak impor bungkil kedelai diperkirakan terbatas bagi JPFA.
8. Kalbe Farma (KLBF)
Target harga Rp 970, potensi kenaikan 29,3%.
– Pertumbuhan KLBF tetap resilien, ditopang oleh bisnis distribusi, consumer health, dan nutrisi.
– Prinsipal baru dan pertumbuhan ekspor menjadi katalis.
– PER KLBF sebesar 9,4 kali dibandingkan rata-rata historis sebesar 16 kali.
9. Bank Negara Indonesia (BBNI)
Target harga Rp 4.100, potensi kenaikan 26%.
– Pertumbuhan kredit BBNI solid, disertai peningkatan imbal hasil kredit.
– NIM BBNI 2026 ditargetkan berkisar 3,5-3,8%.
– LDR BBNI berada di 83,5%, dengan cost of funds stabil.