BERITA POPULER: Arah Harga Emas menurut Pakar hingga Update Emas Perhiasan

BERITA POPULER: Arah Harga Emas menurut Pakar hingga Update Emas Perhiasan

Share
Share

JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Sabtu (2/5/2026):

1. Pakar Sebut Harga Emas Bisa ke Titik Ini

Bank ternama asal Amerika Serikat, Bank of America (BofA) mempertahankan prospek optimistis terhadap harga emas dunia.

Proyeksi bullish ini meski pasar logam mulia terus dilanda sentimen kenaikan harga minyak yang mendorong kekhawatiran lonjakan inflasi.

2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 2 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan terpantau menurun di Raja Emas Indonesia, namun stabil di Hartadinata Abadi dan Laku Emas pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Pergerakan harga emas perhiasan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk permintaan dari industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar mata uang, serta kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas.

Simak daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat di sini.

3. Saham Mumpung Murah, Dividennya Rp 376,95 per Saham

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan membagikan dividen final tahun buku 2025 senilai total Rp 35,14 triliun atau Rp 376,95 per saham. BMRI telah merilis jadwal pembagian dividen.

Dalam keterbukaan informasi Bank Mandiri (BMRI) disebutkan cum date dividen final perseroan di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 8 Mei 2026, serta ex date dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi 11 Mei.

4. Alarm Saham BBCA Mulai Berbunyi, Situasi Bisa Berbalik?

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA merosot 8,95% dalam periode satu pekan terakhir. Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), saham BBCA ditutup minus 2,09% ke Rp 5.850.

Investor asing mencetak net sell besar-besaran di saham BBCA hanya dalam kurun waktu sepekan dengan nilai mencapai Rp 4,17 triliun. Saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia itu selalu membukukan net sell asing dari 21 April 2026 sampai perdagangan terakhir pekan ini pada 30 April.

Saham BBCA sempat menyentuh level Rp 5.800 yang merupakan titik terendah dalam lima tahun terakhir.

5. Kejadian Langka di Saham Emiten Anthoni Salim

Saham Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) naik tipis 0,74% ke Rp 6.775 pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Tapi, dalam periode tahun berjalan, saham emiten Anthoni Salim ini merosot 17,38%. Setahun terakhir longsor 39,78%.

Secara valuasi, saham Indofood CBP lebih murah daripada biasanya. Mengacu data aplikasi Stockbit Sekuritas, rasio price to book value (PBV) ICBP 1,45 kali, jauh di bawah -2 PBV standar deviation ICBP lima tahun terakhir 2,01 kali.

Share