JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Selasa (26/5/2026):
1. Aksi Jual Emas Besar-Besaran Berlanjut
Aksi jual emas besar-besaran oleh bank sentral dunia terus berlanjut. Kali ini, Rusia mulai melepas cadangan emasnya di tengah tekanan perang Ukraina, membengkaknya defisit anggaran, dan melemahnya pendapatan energi.
Dikutip dari Kitco, langkah tersebut menjadi sorotan pasar karena Rusia selama dua dekade terakhir dikenal sebagai salah satu pembeli emas terbesar dunia untuk memperkuat cadangan devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari Kitco, data Bank Sentral Rusia (CBR) menunjukkan cadangan emas negara itu per 1 Mei 2026 turun menjadi 73,9 juta ons troi. Dalam satu bulan terakhir saja, Rusia tercatat melepas sekitar 200 ribu ons emas.
2. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Selasa 26 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan terpantau bergerak solid di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas pada Selasa pagi, 26 Mei 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Selasa (26/5/2026) di sini.
3. Saham BBCA Masuk List
Phintraco Sekuritas memasukkan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA dalam list saham pilihan untuk perdagangan Selasa (26/5/2026).
Broker efek tersebut merekomendasikan buy on support saham BBCA dengan titik masuk kisaran segini. Sedangkan target harga yang dipatok untuk saham Bank Central Asia (BBCA) atau BCA di level ini.
Investor asing terpantau berubah sikapnya terhadap saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA pada perdagangan Senin (25/5/2026) kemarin dengan membukukan net buy Rp 82,15 miliar.
4. Saham Longsor Gegara Pengumuman MSCI, Padahal Nilai Bukunya Rp 16.000-an
Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) belum bisa berbuat banyak pada sesi I perdagangan Selasa (26/5/2026) dengan diparkir stagnan pada Rp 5.575.
Saham TKIM sebelumnya selalu memerah sejak 8-25 Mei 2026. Dalam sebulan terakhir, saham emiten Grup Sinar Mas TKIM longsor 36,47%.
Valuasinya tertekan. Rasio price to book value (PBV) TKIM jadi tinggal 0,34 kali. Artinya, nilai buku per sahamnya sekitar Rp 16.000-an. Dengan price earning ratio (PER) Cuma 4,04 kali (TTM).
5. Emiten Masuk Proyek Danantara, Sahamnya Diborong
PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA), mewakili anak usahanya, PT Ananta Energi Asia (AEA), mengumumkan persetujuan atas penambahan AEA sebagai mitra lokal dalam konsorsium proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama Zhejiang Weiming Environment Protection Co Ltd.
AEA masuk konsorsium untuk dua lokasi proyek nasional yang telah ditetapkan oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Direktur Utama SOFA Denny Rizal menjelaskan, pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari penetapan resmi Danantara atas Zhejiang Weiming sebagai mitra kerja sama untuk dua fasilitas PSEL tahap pertama, yakni di Denpasar Raya dan Bogor Raya.