JAKARTA, Detiktoday.com – Sebagai media online yang kredibel di bidang ekonomi, terutama investasi dan keuangan, Detiktoday.com telah menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam berinvestasi. Berikut 5 berita paling populer hingga Senin (15/6/2026):
1. Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Senin 15 Juni 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan terpantau bergerak beragam di Raja Emas Indonesia, namun solid di Laku Emas dan Hartadinata Abadi stabil pada Senin pagi, 15 Juni 2026.
Dengan tren yang terus bergerak dinamis, calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga agar bisa mengambil keputusan terbaik, baik untuk membeli maupun menjual emas.
Cek daftar harga emas perhiasan berdasarkan data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai kadar karat pada Senin (15/6/2026) di sini.
2. Penyebab Saham BBCA Jadi Ngegas Terus
Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA bangkit gila-gilaan setelah sempat terpuruk sampai masuk level Rp 4.000-an. Di sesi I perdagangan Senin (15/6/2026), sekitar pukul 10.02 WIB, saham Bank Central Asia melonjak 5,49% ke Rp 6.250.
Saham Bank Central Asia bangkit dengan selalu solid menghijau sejak 9 Juni 2026. Setelah sebelumnya, di 3-8 Juni, saham emiten bank besar ini drop merah merona.
Sedari penutupan 8 Juni, saham berkode BBCA sudah bangkit sekitar 28% ke level Rp 6.250 di intraday hari ini, apa penyebabnya?
3. Saham Jagoan JP Morgan, Potensi Cuan 73%
P Morgan masih menjagokan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam, kendati harganya terus merosot, bahkan sempat 4,5% begitu rasio dividen hanya 70% dari estimasi 100%.
JP Morgan mencatat, saham ANTM kini diperdagangkan dengan valuasi PER 2026 dan 2027 5,3 kali dan 4,4 kali, sehingga downgrade tertutup. Yield dividen lumayan, mencapai 8%, untuk saat ini dan bisa 7,7% tahun 2027, dengan asumsi rasio tetap 70%.
Bank investasi ini mempertahankan rekomendasi overweight saham ANTM, namun menurunkan target harga dari Rp6.000 menjadi segni, berdasarkan PER 7,5 kali dari tadinya 9 kali. Tetap saja, target harga itu menjanjikan potensi kenaikan 73% dari harga saat riset ditulis Rp 2.720.
4. BBCA Kejar Target Harga Tinggi
Rekomendasi untuk sektor perbankan dinaikkan (upgrade) menjadi overweight dari sebelumnya netral. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi pilihan utama dengan target harga tinggi.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam risetnya menyebutkan, peningkatan rekomendasi ini didasari oleh pandangan bahwa penurunan harga saham bank selama ini terlalu dalam dan tidak lagi mencerminkan fundamental yang sebenarnya.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan buy saham BBCA dengan target harga tinggi yang mengindikasikan potensi kenaikan harga saham lebih dari 70%. Hingga berita ini ditayangkan, BBCA melesat 6,75% ke level Rp 6.325.
5. UBS Ramal Harga Emas Bisa Anjlok Tajam hingga Segini
Bank ternama asal Swiss, UBS menurunkan perkiraan harga emas dunia sebesar US$ 300 – US$ 900 per troy ounce.
Dikutip dari Investing.com, Senin (15/6/2026) penurunan proyeksi harga emas dilakukan karena faktor pukulan ganda terhadap logam mulia dari data ekonomi AS yang kuat dan tertundanya pelonggaran kebijakan The Fed ke tahun 2027.
Ahli strategi komoditas di UBS, yakni Dominic Schnider, Giovanni Staunovo, dan Wayne Gordon mengatakan dalam sebuah catatan bahwa harga emas telah menghadapi tekanan baru karena data pasar tenaga kerja yang tangguh dan imbal hasil riil yang lebih tinggi mendorong pasar untuk menggeser ekspektasi ke arah kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Simak ulasan lengkapnya di sini.