JAKARTA, Detiktoday.com – Proyeksi kinerja PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tahun ini diturunkan, menyusul kinerja pada kuartal I-2026 yang lebih lemah dari ekspektasi. Target harga saham SIDO dipangkas.
Kiwoom Sekuritas Indonesia merevisi estimasi pendapatan Sido Muncul (SIDO) pada 2026 menjadi Rp 4,14 triliun atau tumbuh 1,5% yoy. Proyeksi laba bersih dipangkas menjadi Rp 1,19 triliun, turun 2,6% yoy.
“Revisi tersebut mencerminkan permintaan domestik yang masih relatif lemah dan sikap distributor yang lebih berhati-hati dalam melakukan restocking atau pengisian kembali persediaan,” tulis Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo W dalam risetnya, dikutip pada Selasa (23/6/2026).
Proyeksi Kiwoom Sekuritas itu di bawah target manajemen SIDO yang membidik penjualan relatif stabil dan pertumbuhan pada laba bersih setelah pajak (net profit after tax/NPAT) tahun ini melalui berbagai inisiatif pertumbuhan dan efisiensi.
Pada kuartal I-2026, pendapatan SIDO turun 18,8% yoy dan laba bersih anjlok 36,8% yoy. Realisasi tersebut lebih lemah dari ekspektasi.
“Pelemahan terutama disebabkan oleh normalisasi persediaan distributor dan kenaikan biaya tenaga kerja,” ungkap Azis.
Adapun segmen herbal dan F&B mengalami tekanan, sedangkan segmen farmasi tetap kuat dengan pertumbuhan 26,2% yoy. “Prospek 2026 masih berhati-hati, dengan estimasi pertumbuhan pendapatan hanya 1,5% yoy dan laba bersih diperkirakan turun 2,6% yoy,” jelas dia.
Karena itu, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold saham Sido Muncul (SIDO). Target harga saham SIDO diturunkan menjadi Rp 420 dari sebelumnya Rp 595.
Target harga tersebut mencerminkan valuasi forward P/E 2026 sebesar 10,5 kali dan PBV sebesar 3,9 kali.
Risiko utamanya jika terjadi pelemahan daya beli masyarakat yang lebih dalam dari perkiraan, makin ketatnya persaingan pasar, dan kenaikan biaya operasional (opex) yang bisa menggerus profitabilitas.