JAKARTA, Detiktoday.com – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) jatuh pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5/2026). Koreksi tajam saham BUMI terjadi di tengah beredarnya rumor soal pembentukan badan khusus untuk ekspor komoditas strategis, termasuk batu bara.
Pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026), saham BUMI anjlok 9,7% ke level Rp 186. Dalam sepekan terakhir, saham BUMI turun tajam 12,2% dan sebulan ambrol 25%.
Dengan begitu, selama year to date (ytd), saham emiten Grup Bakrie dan Salim ini ambles nyaris 50% – tepatnya 49,1%.
Seperti dilaporkan Bloomberg, yang dikutip Stockbit Sekuritas pada Selasa (19/5/2026), salah satu isu pemicu anjloknya IHSG – selain kekhawatiran terhadap fiskal – yakni adanya spekulasi soal rencana pembentukan entitas baru dari pemerintah untuk memusatkan ekspor komoditas.
Para trader, menurut laporan Bloomberg, mengaitkan penurunan IHSG dengan spekulasi tentang pembentukan badan khusus untuk ekspor komoditas strategis – termasuk batu bara, CPO, dan mineral – yang menimbulkan kekhawatiran tentang peningkatan kontrol negara atas industri penting.
Beberapa saham emiten komoditas lainnya juga tersengat rumor panas tersebut. Pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026), saham AADI terpangkas 8,3% ke Rp 8.200, ITMG tergerus 6,9% ke Rp 23.225, dan PTBA terkikis 7% ke Rp 2.650.
Kemudian, saham ANTM melemah 3,1% ke Rp 3.060, INCO terjungkal 7,4% ke level Rp 4.950, AMMN turun tajam 8,1% ke Rp 3.170, dan BRMS anjlok 6,9% ke Rp 670.
Selanjutnya, saham AALI rontok 6,2% ke Rp 6.750, DSNG ambles 15% ke Rp 1.275, dan TAPG ambrol 14,9% ke Rp 1.590.
Prospek BUMI